Visual Studio, Ankh SVN, Silverlight, Telerik

Recently I tried using Ankh SVN as SVN client for one Silverlight project in our company. My fellow programmer told me to use TortoiseSVN, general SVN client, since TortoiseSVN commonly used in our previous PHP projects. I don’t think so, since .NET has many auto generated files that should not be committed to SVN repository.

Our Silverlight project consists of 3 programmers and me as project leader. We use Visual Studio 2012 as IDE, and additional Telerik library to code some visual elements. I committed initial source code that already working perfectly in my computer, with grids, charts, and so on.

Problem arose when one programmer did checkout and tried to run the solution. Visual Studio come up with errors, one example that RadChart is not identified in the following line of code

internal RadChart RadChart1; (obj/Debug/xxxxx.g.i.cs)

I compared xxxxx.g.i.cs with the same file in my local computer, I found it written

internal Telerik.Windows.Controls.RadChart RadChart1;

I conclude that Visual Studio automatically removed ‘Telerik.Windows.Controls.’ so RadChart was not identified. After some long tiring hours, I came accross a very simple solution for the problem:

1. clear solution (in the problematic computer)

2. build solution (in the problematic computer)

And it works. It does not really make sense, but it really works in my case.

HKI untuk Kolateral dan Modal Ventura

Sebagai pembicara pertama, Mr. Hansueli Stamm, seorang praktisi HKI yang berbasis di Swiss, menyampaikan beberapa poin yang menarik berkenaan dengan HKI. Secara ekonomis, HKI merupakan aset yang bersifat skalabel dan tidak mengalami depresiasi. Sebanyak apapun digunakan, nilai HKI tidak berkurang, bahkan bertambah seiring meningkatnya nilai dari suatu merk. Namun, betapapun besarnya nilai HKI, nilai tersebut tidak dapat dimanfaatkan jika tidak disertai dengan aset pendukung, misalnya: teknologi, modal, SDM, dan fasilitas produksi.

Terdapat dua metoda implementasi permodalan yang memanfaatkan HKI, yaitu jaminan pinjaman alias kolateral, dan security assignments. Permodalan dengan HKI sudah diterapkan di dunia internasional, meskipun saat ini masih sangat terbatas. Beberapa kendala yang umum terjadi adalah sedikitnya data transaksi permodalan yang dapat dipelajari dan motivasi yang rendah dari pemberi pinjaman untuk mendukung model bisnis yang baru. Continue reading HKI untuk Kolateral dan Modal Ventura

Graduation

Hari Sabtu, 23 Oktober adalah hari yang bersejarah buat gw (lebayy, hahaha…) Yah, pendek kata di hari itu gw diwisuda bersama 1.700an wisudawan lainnya dengan segala tata cara upacaranya. Seperti luar biasanya, prosesi diadakan di sabuga dari pagi sampai siang, dilanjutkan dengan arak-arakan wisudawan ke prodi masing-masing, baca juga [link] tentang wisudaan Juli, hehehe.

Seusai prosesi wisuda, gw dan teman-teman prodi gw menunggu giliran arak-arakan (2 jam-an nunggunya :|). Beberapa temen-temen gw datang buat nyelametin, ada yang bawa bunga segala malah, hahaha…. It means a lot for me, thx u all guys :).

Sekitar j2 arak-arakan dimulai, untungnya hujan yang sempat besar sudah mereda. Arak-arakan yang tadinya berlangsung cukup lancar dan seru, berakhir dengan chaos yang gw belum terlalu jelas asal-muasalnya. Pokoknya di dekat gerbang selatan ITB kahim HMIF menyatakan kekecewaannya, dan akhirnya arak-arakan di-cut, langsung menuju spot terakhir untuk menutup arak-arakan.

Seusai wisuda perasaan campur aduk rasanya. Senang karena terbebas dari ITB yang konon susah masuk lebih susah lagi keluarnya. Tapi sedih juga mengingat waktu-waktu kuliah yang ga bakal bisa gw alamin lagi: ngerjain tugas sampai malam di lab, belajar bareng buat ujian, stress menjelang deadline tugas akhir, tidur di kelas, dan tentunya main dota di selang kelas :D. I’m student no more now, gw berharap gw bisa bermanfaat buat Indonesia dengan ilmu yang gw miliki. Amin…

Visi dalam Pekerjaan

Have you heard about vision and/or mission? I bet you have. Banyak orang-orang hebat menekankan pentingnya visi buat gw, salah satunya karena visi adalah tujuan kita diciptakan di dunia. Misalnya, handphone mempunyai visi untuk memfasilitasi orang berkomunikasi jarak jauh, dan akan sangat menjadi sia-sia ketika handphone itu dipakai untuk mengulek cabe. Demikian juga hidup kita, kalau tidak hati-hati bisa-bisa kita senasib dengan handphone yang berakhir di coet batu.

Aspek visi sangat luas, dan tentunya tidak akan selesai dibahas dalam satu posting (dan gw merasa tidak terlalu kompeten untuk membahasnya juga). Gw coba berbicara tentang visi dalam bentuk yang paling sederhana: visi dalam pekerjaan. Well, pekerjaan adalah topik hangat buat anak-anak angkatan gw yang (harusnya) wisuda tahun ini.

Kebetulan gw membaca sebuah artikel yang menarik di http://m.pikiran-rakyat.com/node/124021. Artikel ini bercerita tentang Nandang, Peneliti Madya BPSNT Jabar, yang bersama tim nya meneliti batu prasasti di Kamp. Cimaung. Nandang memberikan satu statement yang nendang, ‘Namun tunggu punya tunggu jangankan penelitian perhatian saja dari dinas atau instansi terkait tidak ada’. Gw mencoba mengingat-ingat, rasanya bukan kali ini saja orang disulitkan oleh instansi terkait, apa sih yang salah? Gw menduga, orang-orang instansi tersebut tidak mempunyai visi dalam pekerjaannya, sehingga ketika seharusnya memfasilitasi orang, mereka malah asyik bermain dengan cabe di coet batu kesayangannya. They don’t do what they are supposed to do!

Sedikit hasil perenungan ini memperingati gw di saat gw akan memasuki dunia kerja, supaya gw tetap mempunyai visi dalam pekerjaan gw. Supaya gw senantiasa sadar apa tujuan gw bekerja dan apa fungsi gw buat masyarakat di sekitar gw.

Angot Bandung Sembarangan

Sedikit menyambung post gw sebelumnya tentang kemacetan Bandung, baru saja gw mengalami kejadian yang cukup membuat gw bete. Hari itu Sabtu sore dan nyokap minta gw mengantar pesanan sepeda ke ITB. Mood gw sedang cukup buruk gara-gara capek abis bulu tangkis bareng temen-temen, cuma makan siang secuil fusili medium, dan belum sempat mandi dari pagi (yikes).

Perjalanan berlangsung lancar, sampai gw tiba di perempatan dago antara riau, merdeka, dan LLRE Martadinata.

Stopan di perempatan itu keren sekarang, ada timer yang menunjukkan lama lampu merah dan lampu hijau. Mobil gw sudah dekat stopan, dan gw melihat timer lampu hijau masih 20an detik. Dengan bersemangat gw tancap gas, sangat yakin masih bisa melewati perempatan sebelum lampu merah menyala. Tiba-tiba… jeng jeng jeng… angkot kalapa dago di depan gw (angkot x) berhenti dengan luar biasanya, padahal lampu hijau masih 15 detik. Kepala sudah panas, pelanggan sudah menunggu di ITB, gw klakson abis-abisan itu angkot, tanpa memberi hasil apapun. 15 detik berlalu, angkot masih berhenti di tempatnya, lalu supirnya berseru “lampu merah bos”. “Ya iya sekarang lampu merah, selama 15 detik lu ngapain bloon!”, sumpah gw dalam hati. Sudah terbayang gw turun dari mobil dan memaki itu supir, tapi akhirnya gw urungkan gara-gara pasti berujung panjang.

2 menit berlalu, lampu hijau menyala, angkot x melenggang tanpa rasa berdosa, dan… ada angkot kelapa dago lain (angkot y) yang masih berdiam diri DI DEPAN MOBIL GW. Gw klakson beberapa kali, supirnya melambai, dia pikir gw pengen liat tangannya kali. Tanpa ba bi bu gw salip even gw ga yakin mobil gw bisa melewati celah, dan untungnya hanya menabrak spion saja.

Man… angkot drivers drive me crazy

Macet

Kemacetan lalu lintas di Kota Bandung belakangan cukup sering membuat gw bete. Kalau diperhatikan, kemacetan biasanya ada di ruas jalan tertentu, dan berlangsung pendek saja 20 meter sampai 30 meter. Sebutlah jalan merdeka di depan BIP dan jalan di depan Pasar Baru. Gw rasa you can guess what make it stuck… Angkot… The most widely used and unordered public transportation in Bandung.

Kalau teman gw dari Jakarta bilang metromini raja jalanan, bisa dibilang angkot lah raja jalanan di Kota Kembang. Berhenti dimana saja, salip kanan-kiri sesuka hati. Kadang ngebut seperti kesetanan, kadang jalan pelaaaannnnnn seperti belum makan. Pengin marah rasanya, tapi gw simpati juga dengan supir-supir yang mengadu nasib di jalanan. Gw menyetir mobil saja kadang ogah-ogahan, kebayang supir-supir yang menyetir setiap hari dari pagi sampai malam.

Gw ga mau menyalahkan siapa-siapa, tapi kadang terpikir siapa yang seharusnya bertanggung jawab terhadap masalah lalu lintas yang berlarut-larut ini. Tahun demi tahun berlalu tapi tampaknya tidak ada perubahan ke arah yang lebih baik. Yahh… mungkin memang banyak hal yang harus dipertimbangkan oleh pihak yang bertanggung jawab. Let’s hope for a better traffic in Bandung.

Puasa

Gw suka banget bulan puasa yang dirayakan setahun sekali oleh umat Muslim (even gw bukan Muslim). Gw menikmati perubahan suasana dan perubahan rutinitas yang terjadi pada bulan ini. Pagi hari jalanan lebih lengang, sore hari banyak pedagang musiman yang menjajakan takjil, bahkan kolak dan kurma terasa lebih enak jika dimakan pada bulan puasa. Kalau di kampus ITB atmosfir bulan puasa lebih kentara, soalnya dosen tiba-tiba menjadi lebih pengertian dengan mengijinkan datang terlambat, dan kalau sedang beruntung kadang dipulangkan lebih awal dari jadwal (sstttt….), hahaha…

Waktu libur lebaran yang panjang juga umumnya dimanfaatkan orang-orang perantauan mudik ke kampung halaman dan bersilaturahmi kembali dengan keluarga. Dari layar kaca kita dapat melihat sendiri betapa macetnya jalur mudik (i’m glad i wasn’t there). Tapi sangat disayangkan kerap kali terjadi kecelakaan sepanjang jalur mudik, bahkan kemarin ada berita 11 orang meninggal karena kecelakaan di perjalanan.

Bulan puasa telah selesai, Lebaran telah lewat, dan sebentar lagi keadaan akan kembali ke rutinitas seperti biasa. Mohon maaf lahir batin, gw sangat excited menunggu bulan puasa 2011.

Bad Habit

Apa lu punya kebiasaan buruk? Gw punya satu kebiasaan buruk yang cukup berbahaya: gw suka tertidur waktu menyetir, entah menyetir mobil atau motor. Biasanya gw tidak tertidur lama, hanya sepersekian detik, lalu bangun kembali. Supaya tidak tertidur kadang gw sampai menyanyi keras-keras, atau bahkan mencubiti lengan sendiri. Kebiasaan tertidur ini seingat gw dimulai sejak gw kuliah, dan syukur selama kurang lebih 3 tahun gw ‘selamat’ dan belum pernah menabrak sekalipun.

Seperti istilah sepintar tupai melompat akhirnya jatuh juga, akhirnya kebiasaan tertidur gw berakibat fatal. Kejadiannya pertengahan 2009 di suatu malam setelah gw pergi makan bersama teman-teman gw. Dengan cerobohnya gw tertidur di bilangan Bungsu dan jgerrr…. gw menabrak sebuah becak yang melaju melawan arus. Kejadiannya seperti mimpi, ketika tersadar gw sudah terkapar di aspal. Gw belum merasakan sakit, tapi ada suatu cairan di tepian mulut gw. Waktu gw usap dengan tangan, gw terkejut setengah mati karena cairan merah tersebut adalah darah yang mengalir dari mulut gw.

Continue reading Bad Habit

Dying Words

Belum lama gw menyelesaikan membaca buku “What So Amazing About Grace”, setelah buku tersebut terbengkalai di tumpukan buku “serius” selama kurang lebih setaun. Buku ini ditulis Phillip Yancey, bercerita tentang kasih karunia dalam contoh dan kisah sehari-hari. Buku ini menyatakan satu statement yang menarik, kalau kata bisa kelihangan makna.

Phillip Yancey bilang kalau kata kehilangan makna ketika kata tersebut dijelaskan secara deskriptif, sehingga Phillip Yancey menjelaskan kasih karunia dengan contoh kisah. Menurut gw pribadi, kata bisa kehilangan makna waktu kata tersebut diucapkan berulang-ulang, contohnya dalam lagu-lagu Kristen yang sering dinyanyikan di Gereja. Salah satu kata yang sering terdapat pada lagu Kristen adalah ‘menyembah Tuhan’. Begitu seringnya kata tersebut dinyanyikan, sehingga rasanya tidak ada lagi feel nya, melainkan menjadi kata-kata biasa yang terucap secara otomatis. I lost the meaning behind the words. Hal ini mungkin terjadi juga dengan pasangan yang berkata cinta dan cinta, tapi tidak memaknai kata cinta dan tidak ada aksi yang sesuai dengan apa yang dikatakan. Tanpa memaknai meaning dari kata, menurut gw ga ada gunanya kata tersebut diucapkan.

Sedih rasanya ketika kehilangan makna dari kata-kata. Maybe we can stop for a moment to think about the meaning behind every single word we say, think deeply, and do appropriate actions.

Toto

Saat ini gw bekerja di Licht, software house yang didiriin bersama beberapa teman gw. Demi memangkas budget, kami menggunakan rumah Ronny, salah satu founder Licht, sebagai kantor. Rumahnya terletak di dekat Sujakadi, sehingga udaranya sejuk dan enak banget buat bekerja.

Belum lama rumah Ronny kedatangan penghuni baru, anjing buldog betina bernama Toto. Toto berusia 3 tahun, cameuh, rada juling, dan bertampang cukup bodoh seperti anjing buldog pada umumnya. Yang cukup mengganggu dari Toto adalah bau pupnya. Berhubung ruangan kantor Licht terletak di dekat kandang Toto, bau pupnya jadi sangaatttt tercium. William sampai membeli semprotan wangi-wangi supaya menutupi bau pup Toto. Yahh… begitulah suka duka berkantor di rumah milik orang lain.