Welcome 2011

Meskipun terlambat seminggu, gw mau ucapin selamat tahun baru 2011!!! Sudah lama tidak sempat menulis karena kesibukan a dan b, juga ga jelas e, f, g. Banyak ga jelasnya, makanya gw mulai mencatat kegiatan sehari-hari di log (oot), hahaha… *oot

Well, time goes by dan tidak kerasa sudah setahun berlalu sejak perayaan tahun baru 2010. Banyak hal yang gw syukuri melihat 2010: setiap stress yang sudah gw lalui, pilihan-pilihan menentukan di persimpangan kehidupan, dan proses pendewasaan yang gw alami. Senang rasanya ada pergantian tahun, soalnya di waktu ini gw bisa mengevaluasi apa yang sudah terjadi selama setahun dan merencanakan kegiatan di tahun berikutnya. Kalau tidak ada tahun baru rasanya tidak ada momen yang tepat untuk melakukan evaluasi.

Seperti malam-malam tahun baru sebelumnya, gw merayakan tahun baru bersama keluarga di rumah BBQ-an. Atas saran nyokap yang deadliner, gw baru belanja 31 Desember pagi di Riau Junction. Riau Junction luar biasa penuh dan berdesak-desakan, rasanya setiap orang BBQ-an di tahun baru tanpa perjanjian tertulis :|. Setelah sikut kanan sikut kiri *lebay akhirnya gw mendapatkan daging dan susis yang didambakan. BBQ-an dimulai j8, dan berantakan seperti biasa. Tahun sebelumnya kadang arangnya susah menyala, tahun ini arangnya kebakaran jadi banyak daging yang gosong. Yah gw belum menyerah dan pasti mencoba kembali di tahun baru 2012.

Yang paling berkesan di malam tahun baru ini susis keju yang sangat enak, dan tentunya semarak kembang api di malam hari menjelang pergantian tahun. Kembang api seolah menyambut kedatangan 2011, dan membuat gw semakin excited menyambut 2011. Welcome 2011!

Ditilang

Hari itu sekitar j3 dan gw sedang berkendara motor menuju kantor. Dengan nahasnya gw ditilang di perempatan banda-riau (dekat stamp) gara-gara belok kiri selagi lampu stopan menunjukan warna merah.

Pak Polisi mengangkat tangannya tanda meminta gw berhenti. Kurang nekat buat kabur atau pura-pura bloon, gw segera menepi dan menyerahkan sim + stnk sesuai permintaan Pak Polisi. Gw mencoba berkelit pura-pura tidak tahu peraturan namun langsung dimentahkan dengan sodoran pasal undang-undang.

Tidak lama kemudian gw digiring ke dalam pos untuk menemui atasan Pak Polisi  (gw asumsikan dari lingkar pinggangnya), sebut saja Pak Bos. Is it bad? It getting worse! Ternyata stnk gw sudah expired dan gw bener-bener lupa memperpanjang! Sedikit panik gw minta waktu ke Pak Bos buat tanya ke nyokap. Sambil menunggu jawaban gw bertanya-tanya ke Pak Bos soal aturan seputar pelanggaran lalu lintas ringan, dan ini kesimpulannya

  1. sanksi ditilang bisa berupa sidang atau langsung transfer ke bank BNI
  2. kalau langsung transfer kena denda maksimal
  3. kalau sidang mungkin dendanya ga sampai maksimal tapi waktunya bisa dari pagi sampai sore

Denda maksimal pelanggaran gw 250rb, jadi kalau langsung transfer bank menurut Pak Bos kena 250rb, bukan 30rb seperti yang pernah gw baca di internet. 20 menit berlalu dan gw masih belum mendapat jawaban dari nyokap gw. Jadi… guess it yourself 🙂

Tas BaGoes

Minggu terakhir, barang ini berguna banget buat gw.

Bukan dompet biasa, tapi dompet yang bisa dibuka menjadi tas jinjing! Praktis dibawa kemana-mana dan bisa mengurangi penggunaan kantok plastik yang konon sulit diurai sehingga mencemari lingkungan. Honestly I respect greeneration selaku produsen dompet ini. Dengan harga 20rb, promosi greeneration sih bisa sampai 1000 x pemakaian, we’ll see, hehe…

Berhubung bentuknya yang kecil, dompet ini biasa gw simpen di dalam tas dan gw bawa kemana-mana. Dengan dompet ini gw tidak perlu plastik waktu belanja ikan buat kura-kura peliharaan gw (she’s about 15 years but that’s another story). Dengan dompet ini gw bisa bantuin temen gw yang kesulitan bawa barang.

Gw tertarik dengan isu lingkungan, dan menggunakan dompet ini adalah salah satu hal sederhana yang bisa gw lakuin. Setuju banget dengan tag nya, Think Big, Protect the Environment!

Cilacap

Belum lama ini gw mendapat kesempatan untuk berkunjung ke Cilacap, sebuah kota kecil di pantai selatan Pulau Jawa, bersama beberapa rekan kerja. Konon Cilacap berkembang terutama dikarenakan adanya kilang pertamina di Kota tersebut. Cilacap dibilang kota yang sepi dimana angkot jarang, bahkan jam 7 malam suasana jalan sudah sangat lengang.

Sebenarnya gw ke Cilacap dalam rangka bermain bekerja. Namun sayang melewatkan kesempatan ini, gw sempat gugling objek wisata yang terkenal di Cilacap, supaya bisa wisata sambil bekerja. Gugling menyebutkan dua objek wisata di Cilacap, yaitu Pantai Teluk Penyu dan Pulau Nusakambangan. Pulau Nusakambangan dikabarkan memiliki pemandangan yang oke dengan sejumlah gua alam yang tersebar di pulau tersebut. Sayang dikarenakan keterbatasan waktu, gw hanya sempat berkunjung ke Pantai Teluk Penyu sambil bersantap sea food di cafe yang terletak di tepi pantai.

Pantai Teluk Penyu memiliki pemandangan unik kapal-kapal tanker yang lalu lalang membawa minyak untuk diproses di kilang Pertamina. Lampu-lampu kapal memberikan suasana yang berbeda. Pantai nya bersih, tidak tampak sampah yang berserakan. Di dekat pantai terdapat beberapa toko souvenir yang menjual oleh-oleh khas pantai seperti kalung mutiara, gelang mutiara, dan kerang.

Sempat terlintas, akan seperti apa Cilacap 5 tahun ke depan, 10 tahun ke depan… Mungkin sudah berkembang menjadi seramai Bandung, mungkin menjadi tujuan wisata seperti Pangandaran, mungkin…