Perbandingan Sistem Kerja Sama Taksi

Saya senang mengetahui bagaimana macam-macam bisnis bekerja. Di perjalanan dari Pasteur ke rumah, saya iseng ngobrol dengan pengemudi taksi GR.

Ternyata, perusahaan taksi memiliki sistem kerja sama masing-masing. Berdasarkan cerita pak supir, taksi GR menerapkan sistem setoran. Setiap hari setor 300.000 rupiah, bensin ditanggung sendiri, sedangkan kerusakan minor pada mobil dapat diperbaiki pada bengkel perusahaan. Continue reading Perbandingan Sistem Kerja Sama Taksi

Kejujuran Pengemudi Uber di Jakarta

Siang ini saya menggunakan Uber dari daerah Gambir ke Bintaro. Pertama kalinya saya ke daerah Bintaro, jadi saya mengandalkan Google Maps sebagai petunjuk jalan.

Google Maps mengarahkan untuk keluar lewat pintu tol Pondok Pinang. Pengemudi menyarankan untuk lewat Tanah Kusir saja, lebih dekat. Awalnya agak ragu, karena pernah pengalaman kurang baik dengan supir taksi. Saya memutuskan mengikuti saran pengemudi, dan ternyata memang lebih dekat daripada rute yang disarankan Google Maps.

Puas dengan perjalanan yang lebih singkat, saya turun dari mobil Uber. Ketika mau memasuki gedung dan diminta KTP, ternyata dompet saya tidak ada di tas. Sepertinya tertinggal di mobil ketika membayar tol.

Untungnya nomor pengemudi diberikan oleh Uber, jadi saya bisa langsung menghubungi pengemudi. Menunggu sekitar 15 menit, mobil Uber tersebut sampai di tempat saya.

Salut dengan kejujuran dan respon yang segera dari pengemudi Uber. Kebayang kalau naik taksi yang tidak ada nomor kontak pengemudinya, rasanya akan lebih sulit jika terjadi kejadian seperti ini. Terima kasih pengemudi Uber!

VPN KlikBCA Bisnis Disable Autoupdate

Jika Anda menggunakan KlikBCA Bisnis, maka Anda diwajibkan menggunakan koneksi VPN dengan aplikasi tambahan yang berbasis Cisco AnyConnect. Masalahnya kadang aplikasi tambahan VPN menjalankan fungsi autoupdate, dan jika VPN tersebut di-update, kita menjadi tidak dapat konek ke KlikBCA Bisnis.

Untuk men-disable fitur autoupdate dari aplikasi VPN, buka folder C:\\Program Data\Cisco\Cisco AnyConnect Secure Mobility Client. Buka file AnyConnectLocalPolicy.xml.

Ubah bagian

<BypassDownloader>false</BypassDownloader>

Menjadi

<BypassDownloader>true</BypassDownloader>

Ketika menjalankan aplikasi VPN, maka autoupdate tidak akan dijalankan.

Trekking Gunung Rakutak

Beberapa waktu lalu saya dan teman-teman menjajal Gunung Rakutak. Gunung Rakutak dipilih atas rekomendasi guide, dan hasil browsing yang tampaknya menjanjikan.

Pendakian Rakutak kita naik di Ciparay, bisa turun lagi di Ciparay, atau tembus ke Kamojang melewati Danau Ciharus yang legendaris. Rute Ciparay – Ciparay kita bisa tektok, sedangkan untuk Ciparay – Kamojang kita camp di Rakutak atau Danau Ciharus. Kami memilih rute tektok Ciparay – Ciparay. Praktis cukup membawa daypack saja hahaha…

Kami berangkat dari Bandung sekitar jam 6.30 pagi, sampai di kaki Gunung Rakutak sekitar jam 9.00. Kami menitipkan kendaraan di dekat rumah Kang Agus, ranger HIMPALA Gunung Rakutak. Continue reading Trekking Gunung Rakutak

Liburan ke Lembang: Imah Kopi, Ikan Balap, Kolam Kunang-Kunang Ciater

Hari Kamis kemarin (7/16) kami sekeluarga mengisi liburan ke Lembang. Kesempatan liburan ini jarang karena toko Ibu buka Senin-Minggu. Kami sengaja memilih hari Kamis, karena biasanya tempat wisata akan sangat padat di tanggal Lebaran dan sesudahnya.

Perkiraan kami benar, kami berangkat pukul 8.00 pagi dari Bandung, pukul 9.00 kurang sudah sampai Tahu Tauhid. Perjalanan lancar dari Bandung sampai Lembang. Awalnya kami berencana sarapan di Tahu Tauhid, eh ternyata area makan tutup, hanya menjual tahu mentah saja. Continue reading Liburan ke Lembang: Imah Kopi, Ikan Balap, Kolam Kunang-Kunang Ciater

Pengalaman Menggunakan GO-JEK di Jakarta

GO-JEK adalah salah satu trending topic belakangan ini. Ada manfaat yang diberikan untuk konsumen dan driver, ada juga kontroversial nya.

Saya sudah dua kali menggunakan GO-JEK di Jakarta. Manfaat yang saya rasakan terutama dari kejelasan tarif, lebih enak daripada harus nego dengan tukang ojek pangkalan. Selain itu, kita dapat memesan dengan mudah menggunakan handphone kita saja. Pengalaman tadi jam 10 malam saya mendapat GO-JEK dalam kurang dari 5 menit. Menurut pengakuan driver, banyak yang beroperasi bahkan sampai jam 12 malam. Dari sisi driver, sejauh ini lebih bersahabat dan lebih tertib dalam berkendara daripada tukang ojek pangkalan. Saya pernah sekali naik ojek pangkalan di dekat Gambir, kapok karena tukang ojek nya ugal-ugalan. Continue reading Pengalaman Menggunakan GO-JEK di Jakarta

Gunung Burangrang Bandung

Hari Minggu kemarin saya dan beberapa teman hiking ke Gunung Burangrang. Ternyata gunung ini terletak masih di daerah Bandung, tidak jauh dari Gunung Tangkuban Parahu. Ada beberapa jalur pendakian, kami memilih jalur dari dekat Dusun Bambu.

Kami parkir kendaraan di Dusun Bambu, lalu masuk ke gunung melalui jalan setapak melewati masjid. Tidak jauh dari masjid ada pungutan oleh bapak-bapak dengan alasan bukan jalur umum. Kami memberikan uang 20.000 untuk ber-5.

Berhubung sedang bulan puasa, jalur pendakian sangat sepi. Kami mulai mendaki pukul 8 pagi, sampai di puncak pukul 12 siang. Selama perjalanan ke puncak hanya bertemu 1 pendaki. Trek Gunung Burangrang bisa dibilang cukup berat, lebih menantang daripada Gunung Papandayan. Ada beberapa tanjakan yang cukup curam, selain itu di beberapa titik kita melewati jalan setapak dengan jurang di sebelah kiri dan/atau kanan.

IMG-20150705-WA0011

Pemandangan di Gunung Burangrang sangat indah. Kita bisa melihat lembah penuh pepohonan dan danau. Asyiknya lingkungan Gunung Burangrang bisa dibilang cukup bersih, meskipun kadang ada sampah kecil-kecil terserak. Ayo para pecinta alam kita terus menjaga kebersihan gunung!

Usai bersantai dan bersantap di puncak, sekitar jam 1 siang kami beranjak pulang. Jam 4 sore kami tiba di Dusun Bambu.

Dompet Terjatuh dari Motor

Pagi ini saya naik motor terburu-buru karena waktu pas-pasan mau ke gereja. Saku jaket, tempat saya menyimpan dompet, ternyata tidak terkancing dengan benar.

Di belokan Jalan Astana Anyar, dekat Toko Tas Elizabeth, mendadak ada yang berteriak “Aa, aa!” (Aa adalah sapaan untuk pria dalam bahasa Sunda). Saya spontan mengecek handphone dan dompet,  alamak dompet saya sudah tidak ada di saku.

Meskipun jalan searah, karena panik saya putar arah motor ke arah bapak yang memanggil. Benar saja bapak tersebut menemukan dompet saya yang terjatuh. “Gimana sih daritadi dipanggil-panggil”, kata bapak tersebut. Saya meminta maaf dan mengucapkan terima kasih, lalu meneruskan perjalanan ke gereja.

Bersyukur sekali masih ada orang yang jujur seperti bapak penemu dompet tadi. Salut, dan sekali lagi terima kasih Pak! Semoga Bapak mendapat kebaikan yang lebih daripada apa yang Bapak lakukan hari ini.

Powerbank Tercuci

Minggu lalu saya mencuci tas ransel, yang kebetulan sudah hampir 1 tahun belum dicuci (yuck!). Sebelum dicuci, tentunya setiap benda di dalam tas dikeluarkan dahulu. Laptop & charger – check, dompet – check, recehan – check, dan seterusnya.

Tas direndam di dalam ember besar selama beberapa menit, lalu diinjak-injak supaya lebih bersih. Tiba-tiba kaki saya menyentuh benda keras di dalam tas. Ternyata, 1 benda ini ketinggalan, powerbank Sony kapasitas 3rb-an.

Mengikuti saran-saran yang ada di ingatan saya untuk menangani barang elektronik yang terkena air, powerbank segera saya jemur di bawah sinar matahari. Besoknya saya rendam di dalam beras. Sebenarnya sudah tidak terlalu berharap powerbank ini bisa diselamatkan.

Pagi tadi saya coba powerbank nya, ternyata masih jalan. Senangnya! Pengalaman lain kali harus lebih berhati-hati kalau mencuci tas.

Kayu dan Meja

Setiap kita mempunyai karakter genetik atau bawaan. Mengambil istilah kawan saya, kita dilahirkan sebagai kayu.

Seiring berjalannya waktu, kayu ini bisa tetap sebagai kayu, atau diproses menjadi meja. Kawan saya yang (katanya) dulu pemalu, sekarang tidak terlihat lagi. Kayu sudah diproses menjadi meja.

Proses ini adalah pilihan kita, mau atau tidak. Kalau kita mau, tentu prosesnya tidak mudah.

Meskipun sudah menjadi meja, karakter kayu masih ada di dalam kita. Bagian kita untuk menerima karakter kayu sebagai bagian dari identitas kita, sambil terus berkembang dan tidak menerima begitu saja karakter bawaan kita.

Bagaimana dengan Anda? Sedang menjalani proses transformasi kayu menjadi meja? Silakan dishare di bagian komentar.

Credit to Mas Ade