Sehari di Yogyakarta

Jumat lalu saya ada meeting di Yogyakarta. Demi tiket promo, akhirnya saya membeli tiket pulang hari Sabtu jam 6 sore. Waktu kosong di hari Sabtu tentunya sambil dimanfaatkan untuk wisata di Kota Pelajar ini.

Selesai berleha-leha di Sabtu pagi, jam 10 saya checkout dari hotel lalu menuju Malioboro. Kebetulan di seberang hotel ada halte Trans Jogja, naik 1A langsung sampai di Malioboro. Di Malioboro ada beberapa halte, tinggal pilih saja mau berhenti dimana sesuai tempat yang ingin dikunjungi. Continue reading Sehari di Yogyakarta

Resolusi Tahun Baru 2016

Berbicara tahun 2016, rasanya belum lengkap kalau belum membahas mengenai resolusi.

Mengapa resolusi penting? Sebuah buku menyatakan bahwa momen adalah bagian dari kehidupan manusia. Momen ulang tahun, momen masuk sekolah, momen wisuda, dan sebagainya. Tahun baru pun sebuah momen, kesempatan dimana kita bisa me-refleksi kehidupan kita di tahun yang lalu dan merencanakan kehidupan yang lebih baik di tahun yang baru. Tentunya kita dapat memanfaatkan momen lain, misalnya ulang tahun.

Resolusi 2015 saya cukup banyak yang tidak tercapai. Sebuah artikel menyatakan resolusi yang kita buat sebaiknya resolusi kita, bukan resolusi orang lain. Apa maksudnya? Kadang kita membuat resolusi yang baik di mata orang lain, bukan keinginan kita pribadi. Misalnya orang lain membuat resolusi mengurangi berat badan. Itu bukan resolusi saya. Resolusi saya rutin berolah raga, apapun dampaknya terhadap berat badan. Ya.. itu salah satu resolusi yang tercapai di 2015 yes! Continue reading Resolusi Tahun Baru 2016

Perbandingan Sistem Kerja Sama Taksi

Saya senang mengetahui bagaimana macam-macam bisnis bekerja. Di perjalanan dari Pasteur ke rumah, saya iseng ngobrol dengan pengemudi taksi GR.

Ternyata, perusahaan taksi memiliki sistem kerja sama masing-masing. Berdasarkan cerita pak supir, taksi GR menerapkan sistem setoran. Setiap hari setor 300.000 rupiah, bensin ditanggung sendiri, sedangkan kerusakan minor pada mobil dapat diperbaiki pada bengkel perusahaan. Continue reading Perbandingan Sistem Kerja Sama Taksi

Kejujuran Pengemudi Uber di Jakarta

Siang ini saya menggunakan Uber dari daerah Gambir ke Bintaro. Pertama kalinya saya ke daerah Bintaro, jadi saya mengandalkan Google Maps sebagai petunjuk jalan.

Google Maps mengarahkan untuk keluar lewat pintu tol Pondok Pinang. Pengemudi menyarankan untuk lewat Tanah Kusir saja, lebih dekat. Awalnya agak ragu, karena pernah pengalaman kurang baik dengan supir taksi. Saya memutuskan mengikuti saran pengemudi, dan ternyata memang lebih dekat daripada rute yang disarankan Google Maps.

Puas dengan perjalanan yang lebih singkat, saya turun dari mobil Uber. Ketika mau memasuki gedung dan diminta KTP, ternyata dompet saya tidak ada di tas. Sepertinya tertinggal di mobil ketika membayar tol.

Untungnya nomor pengemudi diberikan oleh Uber, jadi saya bisa langsung menghubungi pengemudi. Menunggu sekitar 15 menit, mobil Uber tersebut sampai di tempat saya.

Salut dengan kejujuran dan respon yang segera dari pengemudi Uber. Kebayang kalau naik taksi yang tidak ada nomor kontak pengemudinya, rasanya akan lebih sulit jika terjadi kejadian seperti ini. Terima kasih pengemudi Uber!

VPN KlikBCA Bisnis Disable Autoupdate

Jika Anda menggunakan KlikBCA Bisnis, maka Anda diwajibkan menggunakan koneksi VPN dengan aplikasi tambahan yang berbasis Cisco AnyConnect. Masalahnya kadang aplikasi tambahan VPN menjalankan fungsi autoupdate, dan jika VPN tersebut di-update, kita menjadi tidak dapat konek ke KlikBCA Bisnis.

Untuk men-disable fitur autoupdate dari aplikasi VPN, buka folder C:\\Program Data\Cisco\Cisco AnyConnect Secure Mobility Client. Buka file AnyConnectLocalPolicy.xml.

Ubah bagian

<BypassDownloader>false</BypassDownloader>

Menjadi

<BypassDownloader>true</BypassDownloader>

Ketika menjalankan aplikasi VPN, maka autoupdate tidak akan dijalankan.

Trekking Gunung Rakutak

Beberapa waktu lalu saya dan teman-teman menjajal Gunung Rakutak. Gunung Rakutak dipilih atas rekomendasi guide, dan hasil browsing yang tampaknya menjanjikan.

Pendakian Rakutak kita naik di Ciparay, bisa turun lagi di Ciparay, atau tembus ke Kamojang melewati Danau Ciharus yang legendaris. Rute Ciparay – Ciparay kita bisa tektok, sedangkan untuk Ciparay – Kamojang kita camp di Rakutak atau Danau Ciharus. Kami memilih rute tektok Ciparay – Ciparay. Praktis cukup membawa daypack saja hahaha…

Kami berangkat dari Bandung sekitar jam 6.30 pagi, sampai di kaki Gunung Rakutak sekitar jam 9.00. Kami menitipkan kendaraan di dekat rumah Kang Agus, ranger HIMPALA Gunung Rakutak. Continue reading Trekking Gunung Rakutak

Liburan ke Lembang: Imah Kopi, Ikan Balap, Kolam Kunang-Kunang Ciater

Hari Kamis kemarin (7/16) kami sekeluarga mengisi liburan ke Lembang. Kesempatan liburan ini jarang karena toko Ibu buka Senin-Minggu. Kami sengaja memilih hari Kamis, karena biasanya tempat wisata akan sangat padat di tanggal Lebaran dan sesudahnya.

Perkiraan kami benar, kami berangkat pukul 8.00 pagi dari Bandung, pukul 9.00 kurang sudah sampai Tahu Tauhid. Perjalanan lancar dari Bandung sampai Lembang. Awalnya kami berencana sarapan di Tahu Tauhid, eh ternyata area makan tutup, hanya menjual tahu mentah saja. Continue reading Liburan ke Lembang: Imah Kopi, Ikan Balap, Kolam Kunang-Kunang Ciater

Pengalaman Menggunakan GO-JEK di Jakarta

GO-JEK adalah salah satu trending topic belakangan ini. Ada manfaat yang diberikan untuk konsumen dan driver, ada juga kontroversial nya.

Saya sudah dua kali menggunakan GO-JEK di Jakarta. Manfaat yang saya rasakan terutama dari kejelasan tarif, lebih enak daripada harus nego dengan tukang ojek pangkalan. Selain itu, kita dapat memesan dengan mudah menggunakan handphone kita saja. Pengalaman tadi jam 10 malam saya mendapat GO-JEK dalam kurang dari 5 menit. Menurut pengakuan driver, banyak yang beroperasi bahkan sampai jam 12 malam. Dari sisi driver, sejauh ini lebih bersahabat dan lebih tertib dalam berkendara daripada tukang ojek pangkalan. Saya pernah sekali naik ojek pangkalan di dekat Gambir, kapok karena tukang ojek nya ugal-ugalan. Continue reading Pengalaman Menggunakan GO-JEK di Jakarta

Gunung Burangrang Bandung

Hari Minggu kemarin saya dan beberapa teman hiking ke Gunung Burangrang. Ternyata gunung ini terletak masih di daerah Bandung, tidak jauh dari Gunung Tangkuban Parahu. Ada beberapa jalur pendakian, kami memilih jalur dari dekat Dusun Bambu.

Kami parkir kendaraan di Dusun Bambu, lalu masuk ke gunung melalui jalan setapak melewati masjid. Tidak jauh dari masjid ada pungutan oleh bapak-bapak dengan alasan bukan jalur umum. Kami memberikan uang 20.000 untuk ber-5.

Berhubung sedang bulan puasa, jalur pendakian sangat sepi. Kami mulai mendaki pukul 8 pagi, sampai di puncak pukul 12 siang. Selama perjalanan ke puncak hanya bertemu 1 pendaki. Trek Gunung Burangrang bisa dibilang cukup berat, lebih menantang daripada Gunung Papandayan. Ada beberapa tanjakan yang cukup curam, selain itu di beberapa titik kita melewati jalan setapak dengan jurang di sebelah kiri dan/atau kanan.

IMG-20150705-WA0011

Pemandangan di Gunung Burangrang sangat indah. Kita bisa melihat lembah penuh pepohonan dan danau. Asyiknya lingkungan Gunung Burangrang bisa dibilang cukup bersih, meskipun kadang ada sampah kecil-kecil terserak. Ayo para pecinta alam kita terus menjaga kebersihan gunung!

Usai bersantai dan bersantap di puncak, sekitar jam 1 siang kami beranjak pulang. Jam 4 sore kami tiba di Dusun Bambu.

Dompet Terjatuh dari Motor

Pagi ini saya naik motor terburu-buru karena waktu pas-pasan mau ke gereja. Saku jaket, tempat saya menyimpan dompet, ternyata tidak terkancing dengan benar.

Di belokan Jalan Astana Anyar, dekat Toko Tas Elizabeth, mendadak ada yang berteriak “Aa, aa!” (Aa adalah sapaan untuk pria dalam bahasa Sunda). Saya spontan mengecek handphone dan dompet,  alamak dompet saya sudah tidak ada di saku.

Meskipun jalan searah, karena panik saya putar arah motor ke arah bapak yang memanggil. Benar saja bapak tersebut menemukan dompet saya yang terjatuh. “Gimana sih daritadi dipanggil-panggil”, kata bapak tersebut. Saya meminta maaf dan mengucapkan terima kasih, lalu meneruskan perjalanan ke gereja.

Bersyukur sekali masih ada orang yang jujur seperti bapak penemu dompet tadi. Salut, dan sekali lagi terima kasih Pak! Semoga Bapak mendapat kebaikan yang lebih daripada apa yang Bapak lakukan hari ini.