Environmental Folklore

Ada sebuah presentasi yang menarik di TED mengenai environmental folklore. Leyla Acaroglu mengajak kita untuk melihat lebih dalam di dalam permasalahan lingkungan yang ada saat ini.

Permasalahan lingkungan adalah isu yang kompleks.┬áSebagai manusia, kadang kita mencari jalan pintas. Mengganti kantung plastik dengan kantung kertas, secara intuisi kita merasa lebih “go green”, tapi ternyata itu adalah takhyul lingkungan.

Rancangan sistem yang benar dapat memaksa manusia untuk “go green”. Di video dicontohkan sisa bahan makanan (sayur, daging, dll) yang mencapai 40% di Amerika, nilainya mencapai 165 miliar dolar. Sisa sebanyak itu dikarenakan rancangan kulkas yang besar, sehingga konsumen menyetok dan akhirnya tidak terpakai.

Video yang sangat recommended untuk ditonton.

Murah Tidak Selalu Baik

Kadang kita terlalu sering memandang segala sesuatu berdasarkan nilai uang nya. Termasuk plastik. Plese stop!

Plastik memang murah, bahkan bisa kita ambil gratis di setiap warung dan supermarket. Apakah berarti kita bisa mengambil dan membuang sesukanya? No!

Untuk yang belum tahu, plastik sukar terurai. Berbeda dengan sampah organik seperti daun yang dibiarkan akan hancur dengan sendirinya. Plastik memerlukan 100-1000 tahun untuk terurai.

Plastik murah yang kita buang akan menumpuk, mencemari kota kita. Menyumbat saluran air, membuat banjir. Kita sendiri yang repot kan!? Kalaupun plastik dibakar atau dibuang ke laut, banyak efek samping mengerikan yang bisa Anda cek informasinya di google, contohnya ini.

Sekarang memang tidak mungkin untuk kita hidup terlepas dari plastik. Minimal kita bisa menghemat penggunaan plastik dengan menggunakan ulang plastik yang kita dapat dari belanja, atau menggunakan tas belanjaan sendiri.