Hartwood Bandung Jalan Progo

Semalam gue kongkow di Hartwood yang terletak di dekat Jalan Progo. Ngobrol-ngobrol lagi dengan teman SMA setelah beberapa bulan ga ketemu gara-gara kesibukan masing-masing.

Berhubung masing-masing sudah bekerja, salah satu topik yang diobrolin adalah tentang pekerjaan. Si A jualan ini, si B bisnis itu, and so on. Sambil bercerita tentunya ada masukan dan peluang baru di dalam pekerjaan. Well sebagai teman tentunya harus saling membantu termasuk di dalam usaha 😀

Kami memesan appetizer, main course dan minuman. Overall sih yang lumayan appetizer nachos nya. Porsi yang diberikan lumayan besar dan rasanya juga oke. Minuman boleh lah, ice lemon tea nya bikin fresh. Teman-teman gue bilang sih main course nya tidak terlalu enak. Tempat dan suasana Hartwood cukup comfortable untuk ngobrol-ngobrol.

Penasaran dengan Hartwod? Datang saja ke lokasi di dekat Jalan Progo.

Restoran Chinese Food Queen Bandung

Queen adalah salah satu restoran chinese food legendaris di Kota Bandung. Queen sudah berdiri sejak lama dan menjadi saksi banyak kegiatan penting seperti arisan, ulang tahun, dan pernikahan terutama WNI keturunan Cina.

Hari ini gue makan-makan cia ciu di Queen, merayakan ulang tahun salah satu keluarga. Cia ciu  kadang disebut pen ciu, suatu jamuan dimana tamu duduk di meja bundar yang berisi 10 orang. Sajian yang umumnya 6 sampai 8 menu dibawakan oleh pelayan ke setiap meja.

Lengphan seperti biasa menjadi sajian pembuka, mungkin kerennya disebut appetizer ya… Lengphan berisi telur pithan, ayam rebus, babi panggang, kekian, dan makanan lain yang gue ga tau namanya. Lengphan menjadi menu yang gue tunggu di setiap jamuan cia ciu, enak abis!

Setelah lengphan ada menu-menu lain, seperti bebek panggang, sup hisit, sate shanghai, udang, ikan goreng asam manis. Sajian ditutup dengan desert ketan yang gue lupa namanya.

Semua sajian di Queen hari ini enak (as always). Pulang perut sangat kenyang, besok saatnya menebus dosa dengan lari pagi.

Penasaran mencicipi sajian Queen? Datang saja ke Jalan Dalem Kaum 79.

View Larger Map

Buka Bersama Licht di Redsdipo

Rencana buka bersama Licht terealisasi juga. Berhubung beberapa teman ada keperluan lain, akhirnya buka bersama diikuti oleh 3 orang: gue, Yosef dan Yuliana.

Angkringan Dago yang menjadi tujuan awal ternyata penuh luar biasa. Kami harus waiting list urutan ke-4. Berhubung perut sudah sulit dikompromi, kami memutuskan untuk mencari tempat makan lain. Dari sekian banyak ide yang tercetus, pilihan jatuh kepada Redsdipo yang terletak di dekat Bank BCA Dago.

Gue sudah lama banget tidak bersantap di Redsdipo. Terakhir gue ke Redsdipo tuh tahun 2006 atau 2007, Redsdipo masih menggunakan gerobak dan terletak di tepi jalan Diponegoro. Sambil makan biasanya diiringi live music oleh kelompok musisi yang nyekill. Good old times.

Kali ini gue memesan paket kerapu bakar. Dengan merogoh kocek Rp. 22.000 kita memperoleh nasi, ikan kerapu dan es teh manis. Selain dibakar, ikan kerapu bisa disajikan dengan digoreng, atau dibakar goreng.

Rasa sajian di Redsdipo masih seenak dahulu (atau mungkin lebih enak), dan sambal nya masih tetap mantap. Kalau mau mengikuti nafsu gue bisa menghabiskan berpiring-piring nasi demi menemani sambal dan ikan bakar Redsdipo. But, gue masih mawas diri, masih ingat target menurunkan berat badan hahaha… Tapi tetep porsi makan gue malam ini lebih banyak dari hari biasa.

Ini dia peta lokasi Redsdipo

Pengalaman Buruk di NgopiDoeloe Dago Dekat Grande

Siang ini gue rencananya ada meeting dengan client di Ngopi Doeloe Dago, yang dekat Grande. Kalau bilang Ngopi Doeloe Dago kadang ambigu soalnya ada 2 Ngopi Doeloe di Dago, 1 nya lagi di dekat Boromeus.

Berhubung ada kodingan yang harus diselesaikan, gue perlu colokan listrik. Gue masuk NgopDul tidak ada petugas yang menyambut atau memberi arahan tempat duduk, akhirnya gue bertanya ke mas waiter yang pake kemeja jeans. “Yang ada colokan listrik paling di sana”, katanya sambil menunjuk satu sudut di restoran.

Gue menempati sudut yang dimaksud. Beberapa menit menunggu tidak ada waiter/waitress yang menghampiri. Akhirnya gue berinisiatif memanggil waitress yang tidak terlalu jauh dari meja gue, “menu nya Mbak”. Si Mbak, sebut saja Bunga, membawakan menu, lalu gue menanyakan extension listrik soalnya colokan listrik sedang dipakai tamu lain. “Sebentar ya”, katanya.

5 menit gue tunggu Mbak Bunga tidak muncul juga. 10 menit, Mbak Bunga gue lihat malah sibuk membereskan meja, lalu membawakan minuman dan makanan ke beberapa meja lain. Gue samperin juga si Mbak nya, “Saya mau pesan Mbak”, dengan hati lumayan dongkol, lalu gue kembali ke meja gue.

Mbak Bunga akhirnya datang ke meja gue, “Sori”, katanya. Ternyata extension nya juga tidak ada. “Ada meja lain yang ada colokan listrik?”, tanya gue. Mbak Bunga bilang ada. “Tolong cekin mejanya kosong apa ngga”, minta gue. Mbak Bunga pun beranjak, menghilang, lalu sibuk mengurusi tamu-tamu lain tanpa menjawab permintaan gue.

Habis lah kesabaran gue. Gue beranjak dari kursi gue, pindah ke Dapur Eyang yang tidak jauh dari Ngopi Doeloe. Kemungkinan besar gue tidak akan datang lagi ke Ngopi Doeloe yang satu ini.

Soleluna Bandung

Atas rekomendasi 2 orang teman, semalam gue dan keluarga bersantap di Resto Soleluna yang terletak di Jalan Sumatra, Bandung. Gue memang penasaran dengan tempat ini, soalnya Soleluna menyajikan panganan khas Spanyol. Kalau panganan khas Italia, Jepang, Sunda, apalagi Padang rasanya biasa dan banyak bertebaran di segenap pelosok Bandung.

Ketika masuk, yang langsung terlihat keren itu interiornya. Asli! Suasananya juga nyaman, enak untuk ngobrol-ngobrol. Tidak lama setelah gue menempati kursi yang disediakan, seorang waiter membawakan buku menu yang isinya sangat bervariasi. Kami memesan 4 macam light meal ala Spanyol dengan nama yang sulit diucapkan.

Menu yang gue inget banget namanya Pulpo al Galega. Kalau kata om google artinya Galacian Octopus. Menu ini isinya kentang dan bayi gurita. Dalam bayangan gue, bayi gurita itu berukuran besar, tapi ternyata sangat imut-imut cuma seukuran jempol tangan dan berwarna merah. Rasanya unik, tapi ga bakal deh gue pesan lagi, ga tega sumpah!

Dari sisi rasa, light meal yang gue pesan rasanya biasa. Dari sisi harga actually menurut gue agak mahal.  Overall tidak ada kesan yang luar biasa, tapi tidak kapok untuk balik lagi sih.

Bagaimana menurut Anda?

Honeymoon Desert

Malam ini gue mampir ke Honeymoon Desert Ciwalk, gara-gara Tahu Talaga yang tadinya dituju harus waiting list. Berhubung tempat di lantai 1 penuh, gue memilih bersantap di lantai 2.

Gue jarang mampir ke Honeymoon Desert, berhubung harganya yang agak mahal hahaha… Gue pernah coba Durian Pancake dan Durian Puding nya, jadi kali ini gue pesen Mango Puding, alias Puding Mangga. Sesudah makan pizza dan sate B2 yang berlemak, rasanya segar makan panganan dari buah mangga.

Ga lama Mango Puding nya diantarkan ke meja gue. Honestly rasanya ga special, agak plain, dan Mango Puding nya ga sesegar yang gue bayangkan. Durian Pancake dan Durian Puding lebih enak ternyata. So… buat yang pertama kali ke Honeymoon Desert, mending cobain Durian Pancake or Durian Puding.

Kambing Guling

Merayakan closing nya proyek, hari ini gue, temen-temen kantor dan partner gue berpesta kambing guling :D.

Berhubung ada meeting dulu, gue datang sedikit terlambat dan pestanya sudah usai. Rrrrr… kesel juga ditinggal pulang sama anak-anak. Meskipun tidak ikut pesta, untung nya tetap ada bagian yang disiapkan buat gue.

Kambing gulingnya kita pesen ke Hadori. Orang Bandung pasti tau tempat ini, salah satu tempat sate yang legendaris di Kota Kembang. Kambing nya berusia 10 bulan, dagingnya empuk dan bumbu nya pas, enak pokoknya. Kambing guling dipatok di harga 2 jutaan, menurut gue sih bisa dikonsumsi sampai 30 orang.

Mari santap!

Rumah Makan Kalimantan Cipanas Puncak

Rumah makan Kalimantan konon salah satu tempat kuliner yang legendaris di Cipanas alias Puncak. Sepulang dari Taman Bunga Nusantara, gue mengunjungi tempat ini atas rekomendasi beberapa teman gue yang tinggal di Cianjur.

Rumah makan Kalimantan menyediakan aneka chinese food, mie dan nasi tim. Menu yang gue pesen mie ayam dan lindung (belut) cah fumak. Mie ayam nya uenak banget! Porsinya banyak dan harganya oke Rp. 19.000 / porsi. Kalau lindung cah fumak harganya Rp. 65.000, lindung nya enak dan fumak nya fresh.

Tempat ini recommended banget buat temen-temen yang main ke daerah Puncak/Cipanas. Kata nyokap gue sih, nasi tim nya juga enak. Ternyata rumah makan Kalimantan sudah ada dari puluhan tahun yang lalu, waktu nyokap gue masih sekolah.

Alamat rumah makan Kalimantan di JI. Raya Pasekon No.24, kalau dari Cianjur, letaknya ada di sebelah kanan jalan.

Mi Palembang Huang Ti

Makan siang kantor hari ini lumayan messed up. Rencana awalnya kami mau ke Resto Chinese Food Subur. Berhubung tidak ada yang tahu pasti letak Subur, kami nyasar putar-putar sudirman gardujati sampai 3 kali, sampai akhirnya sampai di Subur yang sedang… istirahat sore.

Daripada pulang dengan tangan hampa, kami memutuskan untuk mencicipi Mi Palembang Huang Ti yang terletak di Kebon Jati. Harganya oke, sebanding dengan porsi dan topping nya. Untuk 1 porsi mi spesial (topping lengkap casau, jamur, ayam, babi cincang) dibandrol harga Rp. 18.000. Gue suka tekstur mi nya yang unik, agak keras, berbeda dengan yamien yang tekstur mi nya lembek.

 

Dari foto terlihat kan porsi nya yang besar? Hehe… Sayangnya gue ga mencatat alamatnya. Kalau dari sudirman, belok kanan ke kelenteng, lalu belok kanan lagi ke Kebon Jati. Mi Huang Ti tidak jauh dari sana, terletak di sebelah kanan jalan.

Gaza, Restoran Masakan Arab

Buat yang mencari makanan unik di Bandung, gue merekomendasikan Gaza, restoran yang menyajikan panganan khas Arab.

Harganya bisa dibilang agak mahal: Rp. 30.000 s/d Rp. 50.000 untuk main course, tapi worth dengan rasanya yang unik dan porsinya. Porsinya makanannya besar, tapi gelas minumannya kecil. Adik gue komentar, ‘mungkin orang Arab makannya banyak tapi minumnya sedikit’. Ada-ada saja…

Menu yang sudah gue coba Ruzz Kabsa Dujjaj, dengan minuman Ha’leeb Mahaal. Ruzz Kabsa Dujjaj semacam nasi goreng, ditambah sepotong ayam dimasak ala Arab. Jangan tertipu dengan gambar yang gue ambil, di gambar ada potongan kambing dari nyokap gue, yang seharusnya bukan bagian dari menu Ruzz Kabsa Dujjaj.

Gaza terletak di Jl. Pahlawan 72, di seberangnya Cafe Resep Moyang. Meskipun ruang makan tidak terlalu besar, tapi suasananya restorannya enak. Recommended!