Kasus Kucing

Sejak hari Senin, ada suara meongan kucing di eternit kantor. Dari suaranya, sepertinya masih anak kucing. Positive thinking, siapa tahu ada induknya.

Hari Selasa mulai khawatir, memanggil pemborong langganan di rumah untuk mengecek. Hasil observasi, katanya perlu membongkar plastik di atap, tapi tukangnya sedang pada libur. Selasa sore suara meongan semakin melemah.

Hari Rabu, sangat disayangkan mulai tercium bau bangkai. Sepertinya anak kucing ditinggalkan di eternit oleh induknya. “Induk yang tidak bertanggung jawab”, gerutu saya dalam hati. Kami mencoba membongkar eternit, tapi singkat cerita harus menyusuri kayu atap bangunan. Terlalu beresiko.. Kami mencoba mencari tukang lain, kebetulan di sekitar kantor ada beberapa bangunan yang sedang dikerjakan.

Hari Kamis, akhirnya menemukan tukang yang bersedia. Tukang datang ke kantor sekitar jam 4.30 sore. Seharian produktivitas terganggun bau yang semakin menyengat. Atas saran dari tukang, anak kucing dicoba diambil dari atap, membongkar genteng. Ternyata ada 4 anak kucing yang masih sangat kecil, semua sudah tidak bernyawa. Sedih rasanya, sambil kesal juga oleh induk kucing yang berulah.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.