Mengerti Itu Mahal

Tidak mudah untuk mengerti apa yang menjadi kebutuhan konsumen. Pandangan kita kadang bias karena lingkungan kita. “Gue cocok kok… Teman-teman gue biasa pakai… Bonyok gue bilang bagus”, kadang pernyataan seperti itu yang membuat kita yakin dengan produk yang kita buat.

Observasi bisa dilakukan supaya kita sebagai penyedia lebih mengerti konsumen. Mungkin saja target konsumen kita secara umum berbeda dengan kita dan lingkungan kita, misalnya dari segi pendidikan dan ekonomi. Dengan melakukan observasi, kita akan melihat kenyataan dan kebutuhan riil konsumen.

Coba saya lihat barang yang paling dekat dengan laptop saya, satu kemasan Hydro Coco.

hydro-coco-orange

Sebagai orang awam, saya merasa Hydro Coco menyasar penggemar berolahraga. Karena menyasar penggemar olahraga, Hydro Coco membuat kompetisi futsal Hydro Coco National Futsal Tournament, bukan kompetisi Hydro Coco National DoTA Tournament.

Saya masih heran dengan kemasan Hydro Coco yang mewajibkan memberikan opsi kita minum dengan sedotan yang ditusukan di bagian atas kemasan.

kemasan-hydro-coco

Kebetulan saya seorang penggemar olahraga. Selesai berolahraga tentunya haus, saya ingin minum yang bisa langsung glek-glek, pakai botol seperti Pocari atau Mizone. Minum Hydro Coco repot, apalagi isinya sedikit cuma 250ml.

Bagaimana menurut anda?

3 thoughts on “Mengerti Itu Mahal”

  1. Hi Chandra,
    sebenarnya Hydro Coco bisa dibuka bagian foil penutupnya untuk diminum langsung (ditenggak)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *