Pengalaman Menggunakan GO-JEK di Jakarta

GO-JEK adalah salah satu trending topic belakangan ini. Ada manfaat yang diberikan untuk konsumen dan driver, ada juga kontroversial nya.

Saya sudah dua kali menggunakan GO-JEK di Jakarta. Manfaat yang saya rasakan terutama dari kejelasan tarif, lebih enak daripada harus nego dengan tukang ojek pangkalan. Selain itu, kita dapat memesan dengan mudah menggunakan handphone kita saja. Pengalaman tadi jam 10 malam saya mendapat GO-JEK dalam kurang dari 5 menit. Menurut pengakuan driver, banyak yang beroperasi bahkan sampai jam 12 malam. Dari sisi driver, sejauh ini lebih bersahabat dan lebih tertib dalam berkendara daripada tukang ojek pangkalan. Saya pernah sekali naik ojek pangkalan di dekat Gambir, kapok karena tukang ojek nya ugal-ugalan.

Apakah GO-JEK murah? Saya sempat mau booking dengan harga normal, dari Gambir ke Taman Kemang dihitung biaya 34.000 rupiah. Berhubung tidak kunjung mendapatkan GO-JEK, akhirnya menyetop taksi Express yang melintas. Dengan kondisi jalanan yang relatif lancar, ternyata taksi Express perlu biaya 30.000 saja. Jika nanti GO-JEK sudah tidak promo 10.000 lagi, tentu akan menjadi pertimbangan antara menggunakan GO-JEK atau taksi tarif bawah.

Driver GO-JEK konon sangat merasakan manfaat finansial dari aplikasi GO-JEK. Driver fulltime dari pagi sampai malam, gosipnya bisa mendapatkan pemasukan 8.000.000 sampai 9.000.000 per bulan. “Mending jadi supir GO-JEK saja ya dapatnya lebih besar”, celetuk teman saya yang bekerja di bank.

Bagaimana pendapat Anda mengenai GO-JEK?

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *