Sehari di Yogyakarta

Jumat lalu saya ada meeting di Yogyakarta. Demi tiket promo, akhirnya saya membeli tiket pulang hari Sabtu jam 6 sore. Waktu kosong di hari Sabtu tentunya sambil dimanfaatkan untuk wisata di Kota Pelajar ini.

Selesai berleha-leha di Sabtu pagi, jam 10 saya checkout dari hotel lalu menuju Malioboro. Kebetulan di seberang hotel ada halte Trans Jogja, naik 1A langsung sampai di Malioboro. Di Malioboro ada beberapa halte, tinggal pilih saja mau berhenti dimana sesuai tempat yang ingin dikunjungi.

Tujuan pertama ke Mirota. Ternyata papan nama nya sekarang berubah menjadi Batik Hamzah. Awalnya sempat ragu, sampai konfirmasi dahulu ke petugas apakah benar tempat ini Mirota hahaha…

Usai berbelanja, saya iseng mencoba cafe Raminten yang terletak di lantai 3 Mirota. Berhubung masih jam tanggung, saya memesan tempe mendoan dan minuman Dewi Sri saja. Minuman Dewi Sri rasanya unik, diracik dari ketan, susu, dan bahan lainnya yang saya lupa. Suasanya tempatnya pewe, rasanya enak untuk nongkrong berlama-lama. Karena saya sendirian jenuh juga hahaha…

Informasi dari adik saya, di dekat Malioboro ada gudeg Song Djie yang konon enak. Boleh nih untuk makan siang… Setelah googling-googling, konon ada 3 lokasi gudeg Song Djie, yang paling dekat Malioboro ada di Jl. Brigjen Katamso no. 8. Berjalanlah saya menyusuri jalan Katamso sampai Purawisata.

Tanya sana-sini, tidak ada yang tahu Gudeg Song Djie / Gudeg 01 / Gudeg Bu Atmo. Ujungnya saya disarankan ke daerah Widjilan saja, ada Guded Yu Djum. Hmm.. yang ini sih sudah pernah coba sebelumnya. Berhubung tidak terpikir lokasi lain, ya sudahlah Yu Djum daripada jauh-jauh ke Jogja makan nasi padang.

Berjalan kaki lagi, sampai Yu Djum kelaparan dan bersimbah keringat. Panasnya Yogyakarta di siang hari memang juara. Gudeg ini memang enak, menurut saya lebih enak daripada Gudeg Sagan yang sebelumnya saya coba.

Apa sih oleh-oleh khas Yogyakarta? Salah satu yang terlintas tentunya bakpia pathuk. Usai bersantap di Yu Djum, saya naik becak ke Bakpia Pathuk 75 yang terletak di Jalan K.S. Tubun. Di sepanjang perjalanan ke 75, saya menemui beberapa toko Bakpia Pathuk 25. Hebat juga nih 25. Kata driver Go-Jek ternyata yang lagi hot di Jogja Bakpia 25 dan Kurnia Sari.

Kabar baik untuk wisatawan Yogyakarta, saat ini Go-Jek sudah ada di sini. Fleksibilitas lokasi tujuan dan harga yang transparan tentunya menjadi daya tarik tersendiri. Saya memesan Go-Jek untuk kembali ke Novotel. Meskipun baru beroperasi 2 bulan, ternyata sudah ada lebih dari 1.000 driver yang bergabung ke Go-Jek.Usai sudah wisata setengah hari saya di Yogyakarta. I really love this city!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *