Dunia Malam Cibadak, Pindang Patin dan Nenek Peramal

Ok… so makan malam hari ini cukup bizarre. Kami sekeluarga makan di Cibadak, mau mencicipi Pindang Patin punya teman adik saya yang baru buka.

Di pertengahan bersantap, ada nenek Chinese, saya rasa berusia sekitar 70 tahun melewati lokasi kami. “Baru buka ya? Semoga lancar, ada niat ada jalan”, kurang lebih begitu nenek tersebut menyapa. Seorang om di roda sebelah, sebut saja Om Aliong, dengan jahilnya menimpali, lalu terjadilah cekcok ringan antara nenek dan Om Aliong.

Nenek tersebut ternyata menjual lukisan. Lukisannya diletakan entah di ember atau karung yang dia bawa. Dia perlihatkan lukisan-lukisan tersebut, harganya sangat murah Rp. 30.000. Adik saya yang alumni seni rupa curiga modal bahannya saja lebih dari itu. Akhirnya kami membeli satu lukisan.

Menurut si nenek, lukisan ini dibuat oleh muridnya. Seorang Aceh yang tengah dipenjara karena membunuh orang yang mau memperkosa ibunya.

Si Nenek lalu membaca Om Aliong. Nenek berbicara sangat cepat, saya hanya menangkap sebagian. Intinya tentang hubungan Om Aliong dengan istrinya. Om Aliong yang tadinya banyak bercanda, banyak omong, terdiam ketika mendengar perkataan Nenek. Saya lihat sepintas, matanya tampak agak berkaca-kaca.

Tiba-tiba Si Nenek mengeluarkan kue dari karung yang dia bawa. Kue nya dia potong, dibagi-bagi untuk pengunjung di Pindang Patin dan Nasi Babi.

Berhubung adik ada kerjaan dan kami agak takut, kami membayar makanan lalu beranjak pulang.

Oh iya.. Lokasi Pindang Patin nya di Cibadak 80, dekat Soto Ojolali. Konon resep asli dari Palembang. Menurut saya rasanya enak, kuah nya berasa asam segar. Harga seporsi Rp. 25.000. Silakan teman-teman yang ingin mencoba!

IMG-20151005-WA0015

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *