Sayana

Sore ini saya mampir ke Sayana, terletak di daerah Pasir Impun. Awalnya saya ingin melihat-lihat lapangan futsal nya, tapi akhirnya berujung mencicipi makanan soalnya pengelola lapangan sedang tidak berada di tempat. Yap… selain lapangan futsal, Sayana juga menyediakan cafe.

Gambar di atas adalah view dari Cafe Sayana. Akses ke lokasi yang kurang bersahabat membuat saya takjub melihat view tersebut. Saya rasa view di daerah Pasir Impun tidak kalah dengan view dari cafe-cafe yang terletak di dago atas. Hanya saja lokasi Pasir Impun cukup jauh dari pusat kota.

Ketika ingin memesan makanan saya terlebih dahulu mencari pelayan cafe yang sepertinya sedang main ucing sumput. Sekitar 5 menit barulah menu sampai di meja saya dengan diawali peringatan, “Makanan yang ada nasi, mi, lele. Minuman yang ada teh manis, jus sirsak, ….”. Tampaknya tidak semua menu ready stock. Saya memesan mie godhog dan jus sirsak.

Mie godhog sangat pas di tengah udara sore Bandung yang dingin. Mie godhog disajikan panas (kalau dingin saya getok juga koki nya), dilengkapi dengan cengek yang membuat nyesss kalau tergigit. Kekenyalan mie pas, cukup empuk waktu digigit dan lebih enak daripada mi instan.

Seusai makan dan menikmati udara Pasir Impun, saya beranjak untuk pulang. Celingak celinguk tidak ada pelayan yang tampak batang hidung nya. Akhirnya saya mencari kasir yang ternyata ada di bagian depan cafe. “Jadi 22 ribu Pak”, kata pelayan. Lohh… berdasarkan perhitungan saya seharusnya mie godhog 11 ribu + jus sirsak 7 ribu jadi 18 ribu. “Harganya sudah naik Pak”, kata kasir, “harga di menu belum diubah”.

Kesan saya untuk cafe ini kurang profesional dan kurang pegawai juga. Kelebihannya rasa enak, view oke, udara adem, harga cukup bersahabat. Kalau habis makan mau kabur juga bisa kayaknya hahaha…

One thought on “Sayana”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *