Pendakian Gunung Gede, Gunung Putri – Cibodas, Hari ke-2

Udara semalam di Surya Kencana sangat dingin. Teman mengukur suhu di luar 2°C, di dalam tenda 11°C. Saya tidur dengan 2 lapis jaket, sleeping bag, kupluk, sarung tangan, kaus kaki. Sudah seperti ini pun masih terbangun beberapa kali karena tangan terasa dingin.

Esok paginya kami menuju puncak Gunung Gede sekitar pukul 9 pagi, sampai di puncak pukul 11 siang. Kondisi puncak dipadati pendaki. Sayang pemandangan dari puncak tertutup kabut. Continue reading Pendakian Gunung Gede, Gunung Putri – Cibodas, Hari ke-2

Modus Baru Penipuan dari Oknum yang Berbelanja

Belakangan ada modus baru penipuan yang dilakukan oknum yang berbelanja ke toko kita. Ibu saya, pemilik toko sepeda, menjadi korban. Hari Minggu kemarin, saya hampir menjadi korban ketika menjaga kasir stand kuliner di FON (Festival of Nations). Ada 2 oknum berbeda mencoba menipu dengan modus yang sama, dalam jangka waktu hanya 5 menit!

Cara kerjanya macam-macam, intinya oknum mencoba membuat kita bingung dengan:

  1. Membeli barang murah
  2. Membayar dengan uang besar
  3. Mengganti-ganti pembayaran / uang kembalian supaya kita bingung

Begitu ada indikasi (1) dan (2), kita harus meningkatkan fokus supaya tidak kecele ketika oknum melakukan poin (3). Continue reading Modus Baru Penipuan dari Oknum yang Berbelanja

Pendakian Gunung Gede, Jalur Melalui Gunung Putri – Cibodas

Minggu lalu 18-19 April 2015, kami ber-11 (termasuk 2 guide) mencoba menjajal Gunung Gede. Kami berangkat sekitar jam 3 dari Bandung, kumpul di rumah teman di Cianjur, lalu lanjut bareng-bareng naik angkot ke GPO (Gede Pangrango Operation) Gunung Putri.

Ada 3 jalur resmi ke Gunung Gede: Gunung Putri, Cibodas, Salabintana. Kami memilih jalur naik Gunung Putri, turun Cibodas atas saran dari guide kami. Jalur paling sulit lewat Salabintana, katanya jalan tidak terlalu jelas dan banyak pacet. Continue reading Pendakian Gunung Gede, Jalur Melalui Gunung Putri – Cibodas

H-1 Gunung Gede Pangrango

Yeah, sesudah Papandayan, waktunya gunung ke-2 saya, Gede Pangrango. Rencana berangkat besok sekitar jam-3 subuh dari Bandung, kumpul di rumah teman di Cianjur, lalu lanjut naik angkot ke Cibodas. Rasanya semangat, karena trek lebih menantang daripada Papandayan, ditambah pemandangan yang konon ciamik.

Persiapan sejauh ini tampaknya oke. Ini dia daftar barang yang saya bawa:

  • Celana training
  • Kupluk
  • Gloves
  • Jas ujan
  • Baju x2
  • Sweater
  • Sandal jepit
  • Jaket / wind breaker
  • Sewa
  • Headlamp
  • Sleeping bag
  • Tas
  • Matras
  • Sepatu gunung
  • Ransum + cemilan

Ransum ini ternyata lumayan memberatkan. Setiap orang membawa 4 ransum, masing-masing 400gr. Jadi tambahan beban 1.6kg. Keunggulan ransum, memasaknya jauh lebih praktis dibanding memasak nasi dan lauk pauknya.

Kami berangkat ber-9, ditambah 2 orang guide. Isi tas besok akan bertambah dengan barang kelompok yang dibagi-bagi untuk dibawa, seperti tenda dan peralatan makan.

Sharing Scrum di IF Association

Seperti saya sempat bagikan di post sebelumnya, Scrum adalah salah satu keputusan terbaik di perusahaan kami selama tahun 2014. Tanpa terasa kami sudah mengimplementasi Scrum selama 30 minggu (10 Sprint).

Kami mendapat kesempatan untuk berbagi tentang scrum di komunitas IF Association, kumpulan alumni Teknik Informatika ITB yang tertarik / sedang bergerak di bidang teknologi. Sharing dibawakan oleh Septu, inisiator Scrum di Rekadia.

Ini slide presentasi nya, semoga bermanfaat

Angkot Panghegar Dipati Ukur di Bandung

Pencemaran lingkungan adalah salah satu isu yang menarik untuk saya. Salah satu sumber pencemaran adalah kendaraan bermotor. Kita dapat mengurangi pencemaran ini dengan naik kendaraan umum, atau barengan naik mobil / motor.

Bicara kendaraan umum di Bandung, tentunya terlintas angkot. Kendaraan yang dicinta kalau sedang diperlukan, namun dibenci ketika kita menjadi korban ngerem mendadak dan ngetem sembarangan.

Malam ini saya naik angkot Panghegar Dipati Ukur. Angkot langganan untuk pulang ke rumah semasa SMA. Sejak kuliah hampir tidak pernah naik angkot ini lagi. Cukup lama menunggu di daerah Riau Junction sampai akhirnya ada 1 mobil yang melintas.

Penasaran dengan jarangnya angkot Panghegar Dipati Ukur, saya tanya ke Pak Supir, “Angkot Panghegar jarang ya Pak?”. Pak Supir curhat, katanya kondisi sekarang sepi, berbeda dengan tahun 2004 (jaman saya SMA tuh). Kalau sudah malam penumpang sedikit, jadi jarang ada angkot yang masih narik.

Mengapa penumpang angkot berkurang? Mungkin karena beralih ke motor, mungkin karena kurang nyaman dengan waktu ngetem yang sulit diprediksi.

Cafe Celebrate, Jalan Bengawan Bandung

Belum lama ini saya dan keluarga mencicipi Cafe Celebrate, sebuah cafe yang terletak di Jalan Bengawan nomor 23, Bandung. Sebelumnya sempat lewat Jalan Bengawan dan cafe ini terlihat menarik, jadi akhir nya kami memutuskan untuk mencoba.

Penampilan luar dan interior cafe nya bagus, dengan nuansa putih dan dekorasi aneka bunga.

Cafe Celebrate menyajikan menu Indonesia, Asia, dan Eropa. Menu yang saya coba Mashed Potato Pizza. Anda tidak salah baca. Pizza ini berisi Mashed Potato dengan keju mozarella yang melted. Yummy! Makan malam penuh karbo hahaha…

pizza-celebrate-cafe-bandung

Mashed Potato Pizza dibandrol sekitar Rp. 45.000. Menu yang lain rata-rata harganya Rp. 35.000 sampai Rp. 50.000.

Asiknya di Cafe Celebrate tidak ada PPN, adanya service charge saja 5%. Service charge saya rasa fair, karena pelayanan di cafe ini baik dan pelayannya ramah-ramah.

Dog People vs Cat People

Konon setiap orang punya preferensi peliharaan, anjing atau kucing. Saya sendiri seorang dog people, alias lebih memilih anjing daripada kucing. Sudah belasan tahun senantiasa ada peliharaan anjing di rumah.

Di kantor saya ada kucing. Bukan bermaksud memelihara, sebelumnya kucing itu ketemu terlantar di depan rumah waktu masih kecil banget. Kering kerontang, mata terluka, sepertinya sekarat dan entah ditinggal induknya atau orang yang tidak bertanggung jawab. Karena kasihan, kami rawat dan pelihara sampai sekarang.

Kelakuan kucing kontras dengan anjing. Kucing cuek dengan majikan. Kalau kucing berlaku manis pasti ada maunya. Kucing jarang mau dipegang, kalau momen nya salah tangan kita jadi korban cakaran. Bisa dibilang kucing itu semau gue.

Belum lama ini ngobrol sama saudara yang cat people. Menurut dia, kucing itu mandiri. Mau ditaro di luar, di dalam, kucing ga “komplain”. Malah kucing bisa mencari makan sendiri di luar. Kucing juga apik, ga buang air sembarangan.

Saya sih tetap memilih anjing sebagai peliharaan. Bagaimana dengan Anda?

The Stormlight Archive – Words of Radiance

WordsOfRadiance_Cover-1

Belum lama ini saya selesai membaca seri ke-2 The Stormlight Archive, Words of Radiance. Secara keseluruhan novel ini menarik, ada beberapa adegan heroik yang membuat bulu kuduk merinding. Siapa lagi penyebabnya kalau bukan Kaladin Stormblessed. [spoiler alert] Continue reading The Stormlight Archive – Words of Radiance

Air

Air, salah satu hal yang kita take for granted, apalagi kalau air di tempat kita lancar. Ditambah biaya air yang relatif murah di Bandung sini, membuat kita kurang menghargai air. Hasilnya byur byurr…

Air ledeng di rumah saya lancar, sejak rumah ini berdiri puluhan tahun yang lalu. Baru belakangan ini debit air mengecil. Semoga sih tidak berlangsung lama.

Altenatif solusi adalah membuat sumur bor, kedalaman perlu sekitar 20 meter. Menurut logika saya orang awam, solusi ini hanya sementara dan jangka pendek. Kalau semua orang membuat sumur bor, lama kelamaan harus semakin dalam. Dan rasanya kita mengambil tanpa kontribusi, tidak membuat lahan resapan hanya mengambil air nya saja. Lebih baik kalau ada solusi jangka panjang.

Untuk saat ini, saya belum bisa membuat lahan resapan. Saya mencoba menghemat penggunaan air, tentunya dengan tetap menjaga kebersihan.