Happy Birthday Mum!

Minggu lalu Ibu saya berulang tahun. Karena di hari Selasa saya sedang di Jakarta, kita baru merayakan ulang tahun di hari Minggu nya.

Atas request Ibu, kita makan-makan di Mapogalmaegi Magal BBQ di Paskal Hyper Square Bandung. Sebelum ke Magal, kita mampir dulu ke Cremelin mengambil kue ulang tahun yang sudah dipesan sehari sebelumnya. Continue reading Happy Birthday Mum!

Happy Birthday Tico dan Callista

Bertepatan dengan perayaan kemerdekaan Indonesia, dua teman gereja gw, Tico dan Callista, berulang tahun. Sesuai rencana, gw dan teman-teman lain menjemput Tico di kosannya. Sebelumnya sempat was-was kalau Tico pulang ke kampung halaman, tapi untungnya ada Naomi yang menginap di kosan Tico, jadi Tico tidak memiliki kesempatan untuk melarikan diri >=). Tanpa ba-bi-bu, Tico yang masih tidur dibangunin, ditutup matanya, diikat tangannya, lalu digiring ke mobil. Lumayan malu juga, soalnya seperti membawa tahanan polres…

Sesudah menjemput Tico, kami menjemput Callista di rumahnya. Nyokapnya sempet khawatir anaknya bakal disiksa, sampai ngomong “Awas anak saya jangan diapa-apain ya!”. Gw sih senyum-senyum saja, hahahah… Setelah sedikit perlawanan, Callista akhirnya berhasil dimasukkin ke mobil. Nyokapnya akhirnya bantuin juga mencari alat-alat buat nutup mata ‘n ngiket tangannya Callista. Mungkin nyokapnya mikir daripada mata Callista ditutup pakai celana entah punya siapa.

Korban sudah lengkap, kami bergegas ke tempat eksekusi: sawah dekat rumah Revi. Awalnya bayangan gw sawah hijau seperti yang ada di film-film dan iklan RCT*, dan gw harus kecewa ternyata sawah yang dibilang lebih mirip empang berlumpur yang banyak telor bekicotnya (kata penduduk sekitar, padahal gw ga yakin benda putih berbonggol-bonggol itu benar telor bekicot). Akhirnya ada tiga orang yang diceburin ke sawah: Tico, Callista, dan…. Revi. Kenapa Revi diceburin? Soalnya badannya pendek dan ringan, hahahah… Even cuma tiga orang yang diceburin, akhirnya kami ber-11 kotor juga. Sandal gw malah putus gara-gara kejebak lumpur di sawah.

Sesudah berkotor-kotor ria, kami makan nasi goreng di rumah makan punya nyokapnya Revi. Sekalian promosi, rumah makannya namanya Depot Rasa terletak di jalan Kembar. Nasi goreng yang dimakan bukan nasi goreng biasa, soalnya nasi goreng punya Tico dan Callista sudah ditambah ekstra garam, pala, cuka, dll, yang bikin rasanya luar biasa enek. Kami berdrama seolah-olah nasi goreng yang enek itu gara-gara kesalahan nyokapnya Revi. Tico dan Callista yang merasa tidak enak hati akhirnya memakan itu nasi goreng, dan gw tertawa aja dalam hati, hahaha…

Selesai makan nasgor, kami potong kue dan poto-poto seperti biasa. Last but not least, happy bday sisters!!!