Alternatif Pinjaman untuk Startup

Yay.. akhirnya menulis lagi. Sudah off cukup lama sepertinya. Sore bertemu seorang teman (@haniwww) yang bilang membaca blog saya. Tadinya saya pikir menulis untuk diri sendiri cukup, ternyata kalau ada yang membaca jadi lebih termotivasi.

Ok, singkat cerita, salah satu tantangan yang sedang dihadapi di perusahaan kami adalah dana. Karena satu dan lain hal, kami memerlukan tambahan dana operasional untuk 1-2 bulan ke depan. Nominal tidak besar.

Kami belum pernah berurusan dengan bank sebelumnya. Hasil tanya sana-sini, ada beberapa alternatif yang kami coba:

1. Bank Muamalat

Seorang teman mengambil pendanaan dari Bank Muamalat. Ternyata referensi yang diberikan ke saya, otorisasinya minimal 2 miliar. Terlalu besar, coret…

2. Bank DBS

Kebetulan, ada orang marketing dari DBS yang menghubungi. DBS menawarkan program KTA (Kredit Tanpa Agunan), dengan syarat memiliki kartu kredit. Ada sih kartu kredit operasional kantor, biasa dipakai untuk belanja online (Akismet, Evernote, dll). Limit hanya 6 juta rupiah. Alhasil ternyata diotorisasi hanya maksimal 24 juta. Terlalu kecil, coret…

KTA di Bank DBS jangka waktu pinjaman 1-3 tahun. Bunga 1.8%, belum jelas tipe bunganya (flat / float / dll). Belum jelas juga biaya administrasinya.

3. Gadai emas

Alternatif ini barusan saya dapat info dari @SabdoDIndonesia. Kebetulan kantor ada sedikit simpanan dalam bentuk emas. Katanya sih bunga lebih rendah, khususnya yang syariah. Besok rencana mau survey lebih lanjut ke kantor pegadaian.

4. Pinjaman non-resmi

Sepertinya ini solusi paling mudah dan paling cepat. Kebetulan ibu ada kenalan penyedia pinjaman non-resmi a.k.a. rentenir. Tanpa jaminan, tanpa ba bi bu. Tapi bunga cukup tinggi sepertinya 4-5% / bulan. Saya belum tanya detailnya, ini last option saja.

Saya masih pemula terkait pendanaan seperti ini. Kalau Anda punya pendapat, silakan berkomentar.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *