GnuCash Sebagai Alternatif Program Akuntansi

Sudah hampir 2 tahun terakhir, perusahaan kami menggunakan GnuCash sebagai program pembukuan akuntansi. Akuntansi di perusahaan kami masih bersifat rekap, di akhir bulan digabungkan mutasi rekening bank dan laporan petty cash setiap orang. Beberapa orang di perusahaan memang diberikan kepercayaan untuk memegang petty cash sendiri.

Sebelum menggunakan GnuCash, kami menggunakan excel saja, dengan template diberikan oleh teman kami yang waktu itu masih kuliah MBA ITB. Dibandingkan Excel, GnuCash jauh lebih powerful. Tapi sebelum menggunakan GnuCash, harus memahami dulu prinsip double entry accounting.

Kelebihan menggunakan GnuCash:

  1. Reporting otomatis, tinggal klik saja kalau data sudah lengkap. Reporting yang disediakan sudah cukup lengkap, dari Neraca, Laba Rugi, sampai revenue per customer.
  2. Penggunaan mudah, navigasi enak, fitur interface semakin lengkap.
  3. Dokumentasi penggunaan yang lengkap.

Kekurangan menggunakan GnuCash:

  1. Perhitungan pajak pendapatan yang disediakan oleh GnuCash sedikit berbeda dengan peraturan di Indonesia.
  2. Reporting custom sangat sulit, misalnya untuk report pengeluaran per proyek. Solusi yang kami terapkan, download csv untuk kemudian di-parsing sendiri.

GnuCash sendiri adalah program desktop, bukan web-based / cloud. Kalau ingin GnuCash bisa diakses oleh lebih dari satu komputer, kemungkinan database nya bisa disimpan di hosting. Tapi kami sendiri belum pernah coba.

Akuntansi yang rapi sangat penting untuk perusahaan, meskipun masih perusahaan awal. Justru ketika awal sudah rapi, ke depannya akan lebih enak. Apakah akunting yang rapi memakan waktu banyak? Tidak sama sekali. Dalam sebulan, hanya memerlukan waktu sekitar 1 hari untuk merekap keuangan dan menghasilkan laporan-laporannya dengan menggunakan GnuCash.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *