Tiga Manfaat Scrum untuk Perusahaan Konsultan IT

Scrum rasanya istilah yang sedang cukup hype belakangan ini. Perusahaan kami sudah melirik Scrum dari 2 tahun lalu, tapi sebelumnya baca buku panduan belum mudeng, dan mau ikut workshop belum ada kesempatan. Setelah seorang rekan kerja, Septu, mempelajari buku panduan Scrum, alhasil kami bisa mencoba menerapkan Scrum sejak pertengahan 2014.

Pengalaman kami, Scrum adalah salah satu terobosan terbaik di dalam perusahaan kami. Honestly kami tidak menerapkan exact Scrum, kami modifikasi sesuai kebutuhan perusahaan. Meskipun tidak exact sesuai, tetap ada beberapa manfaat yang kami rasakan:

1. Komunikasi

Saya seorang introvert, demikian juga sebagian besar rekan kerja di perusahaan kami. Adanya daily standup meeting ‘memaksa’ kami untuk berkomunikasi, membuat tim menjadi semakin solid. Kami bisa saling membantu karena pada standup meeting ini setiap orang menyampaikan tantangan yang dihadapi.

2. Improvement

Sesuai filosofi perusahaan kami, “learner”, Scrum membantu kami untuk terus berkembang melalui Sprint Retrospective. Kami sudah melalui 2 Sprint Retrospective, ada masukan dari tim Scrum, kita implement, dan hasilnya membantu meningkatkan operasional perusahaan. Syarat Sprint Retrospective harus ada keterbukaan, semua orang dapat menyampaikan pendapat negatif tanpa khawatir ada konsekuensi.

3. Semangat tim

Dalam tim Scrum, yang kami rasakan ada autonomy dan semangat tim. Setiap orang memiliki kebebasan untuk mengerjakan apa dan kapan mengerjakannya, tapi kami memiliki satu tujuan sebagai tim, untuk menyelesaikan apa yang menjadi goal tim. Sebagai tim, kami back-to-back, saling support apabila ada rekan yang mengalami kendala.

Saat ini sedang excited. Ada teman dari perusahaan lain yang tertarik untuk mengenal Scrum. Kami sharing tentang Scrum, bahkan beliau ikut memantai proses Sprint Planning dan (rencananya) Sprint Retrospective di tim kami.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *