Wisata di Kebumen – Menyusuri Pantai Bopong sampai Pantai Lampon

Tanggal 21-21 April 2017, kantor kami Rekadia mengadakan wisata ke Kebumen. Kami tertarik dengan Kebumen karena iming-iming lokasi wisata yang natural dan masih relatif sepi.

Kami naik kereta dari Bandung hari Kamis malam, sampai di stasiun Kebumen sekitar jam 4 subuh. Kami dijemput rental mobil elf yang sudah kami book sebelumnya. Untuk sarapan, kami mencicipi nasi penggel Mba Reny yang terletak tidak jauh dari alun-alun Kebumen. Nasi penggel adalah salah satu kuliner khas Kebumen, berbentuk nasi yang dibentuk bulat seukuran bola pingpong dengan sayur nangka dan lodeh santan.

Itinerary wisata hari pertama di Kebumen ini adalah full pantai, menyusuri dari sebelah timur Pantai Bopong, ke barat Pantai Suwuk, Pantai Watu Bale, sampai Pantai Lampon. Referensi pantai ini sebagian besar kami dapat dari situs http://www.explorekebumen.com/

Pantai Bopong luas memanjang dengan pasir halus dan laut biru yang menggoda setiap pengunjung untuk bermain ombak. Pantai Bopong juga menyuguhkan pemandangan laguna yang indah dilengkapi spot-spot selfie sebagai modal posting di media sosial.

Di pantai ini kami mencicipi camilan yutuk goreng, salah satu panganan khas daerah Kebumen. Yutuk goreng dijual di wadah gelas plastik seperti popcorn, dengan harga 5.000 per gelas nya. Rasanya enak, gurih, hanya saja konon tingkat kolestrol nya cukup tinggi.

Karakteristik Pantai Suwuk agak mirip dengan Pantai Bopong, berpasir coklat halus. Dari Pantai Suwuk kita bisa menyeberang menggunakan perahu ke Pantai Karang Bolong, hanya saja ketika kami datang air sedang pasang sehingga tidak bisa menyeberang. Pantai Suwuk luas dan indah, sangat disayangkan di tepi pantai banyak sampah yang berceceran.

Di sepanjang Pantai Suwuk banyak kios menjual camilan hasil laut seperti yutuk, udang, kepiting, dan sebagainya. Kami menyusuri pantai dan menyantap kelapa sambil menunggu beberapa rekan yang menunaikan ibadah sholat Jumat.

Mencari makan siang di hari Jumat terbukti cukup menantang. Awalnya kami berencana makan siang di Pantai Lampon, ternyata semua warung makanan sedang tutup. Akhirnya kami bersantap siang seadanya di Pantai Watu Bale yang terletak tidak terlalu jauh dari Pantai Lampon.

Keunikan Pantai Watu Bale terletak pada spot-spot selfie, ada panah cinta sampai kapal Titanic. Setiap spot selfie dikenakan biaya foto sesuai masing-masing spot.

Jika Anda bersantap siang di Pantai Watu Bale, bisa mencari warung yang terletak di atas, melewati tangga harapan. Makanan yang disajikan sederhana saja, tahu lontong, nasi pecel, tempe mendoan, dan lainnya. Keunggulannya kita bisa bersantap sambil menikmati pemandangan laut yang begitu indah.

Dari Pantai Watu Bale, kita kembali lagi ke Pantai Lampon. Akses dari parkiran ke pantai menurun dan cukup terjal. Di pertengahan jalan terdapat spot foto berbentuk hati, sangat bagus untuk dipakai berfoto dengan pemandangan ke bawah laut dan horizon pantai.

Usai dari Pantai Lampon, kami bersantap di Sate Ambal Pak Parmin. Perbedaan sate ambal terletak pada bumbu yang dibuat dari tempe dan agak pedas. Tempat ini menyediakan sate ambal, sate ayam dan sate kambing. Sate kambing agak mahal, Rp. 25.000 per porsi 5 tusuk saja.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *