Skip to content
Aug 18 14

Berlari dengan (lebih) Benar

by chandra

Lari, atau joging, adalah hobi yang saya mulai sejak SMA. Ada dua alasan utama: menjaga berat badan dan lari olahraga yang super simpel. SD dan SMP saya gendut, hasil dari makan kalap. Jaman itu paling parah kalau makan nasi campur, bokap biasa memindahkan 1/3 isi piringnya ke piring saya. Dipikir-pikir keterlaluan juga, masa anak makan lebih banyak dari bapaknya. Saya mulai berlari karena itu olahraga paling simpel, tanpa teman pun bisa jalan. Main badminton minimal 5 orang, apalagi main futsal minimal 12 orang.

Beberapa waktu terakhir pergelangan kaki saya sering terasa sakit, padahal baru berlari sekitar 10 menit. Penasaran, saya coba search di youtube video cara berlari. Dari video di bawah ini, saya baru disadarkan ternyata praktek lari saya selama 10 tahun ini kurang tepat.

http://youtu.be/wRkeBVMQSgg

Mengikuti saran di video tersebut, pergelangan kaki saya sudah tidak sakit lagi ketika berlari. Kecepatan lari meningkat. Otot yang terlatih selama berlari juga rasanya lebih tepat.

Sudah mencoba, bagaimana hasilnya?

Aug 16 14

Our God the Provider

by chandra

Minggu kemarin seorang mentor berbagi pengalaman beliau tentang Tuhan yang adalah penyedia, memberikan apa yang kita butuhkan tepat pada waktunya. Kisahnya cukup ekstrim, salah satunya ketika kondisi keuangan sedang sulit dan orang tuanya membutuhkan dana, lebih dari saldo yang ada di tabungan beliau. Mentor saya ketika itu mengambil keputusan untuk meng-iya-kan dulu, dengan iman Tuhan ingin dia membantu orang tua, dan Tuhan yang akan memberikan jalan.

Dana dibutuhkan untuk besoknya. Singkat cerita 1 hari berlalu, 2 hari berlalu. Orang tua terus menelpon. Tiba-tiba pada hari ke-3 ada yang membayar hutang tanpa ditagih, lebih daripada kebutuhan orang tuanya.Apakah kita harus selalu memberikan kepada orang yang meminta? Tentunya tidak. Pesan moralnya untuk senantiasa berharap kepada Tuhan, baik hal-hal besar maupun hal-hal kecil, hal finansial dan hal-hal lainnya.Hari ini saya mengalami kejadian yang cukup menyenangkan. Seorang teman resepsi, bukan teman yang dekat. Dari siang saya mencari teman yang bisa diajak menemani ke resepsi. Malam ini sepertinya semua orang sibuk, setiap orang sudah punya jadwal masing-masing. Saya memutuskan untuk tetap datang, untungnya di depan pintu masuk bertemu teman lain jadi tidak terlalu awkward di resepsi ini haha… Hal yang sederhana, tapi melegakan.

Aug 9 14

Pendidikan Anak Kampung di Kota

by chandra

Mengambil istilah dari seorang teman yang bergerak di bidang sosial: “Kampung di Kota”. Fenomena ini adalah adanya daerah di tengah kota, termasuk Kota Bandung, dimana secara fisik dan mindset masih seperti di (maaf) kampung. Pendidikan masih belum jadi prioritas, anak maksimal lulusan SMP, lalu yang perempuan menikah, yang laki-laki mencari kerja.

Cukup banyak yayasan / organisasi / komunitas yang peduli terhadap “Kampung di Kota” ini. Salah satunya komunitas yang memberikan les gratis untuk anak-anak di daerah bandara Husein Sastranegara Bandung. Les dibagi menjadi kelas kecil (TK) dan besar (SD – SMP). Karena mindset pendidikan yang belum menjadi prioritas, sekalipun gratis seringkali anak-anak dan orang tuanya susah diajak mengikuti les ini.

Siang tadi saya diajak teman melihat suasana les. Saya sempat membantu mengajar seorang anak kelas 5 SD, dan cukup miris melihat kemampuan matematika anak tersebut. Perkalian masih belum lancar, pembagian masih bingung. Mungkin faktor kualitas sekolah, mungkin faktor keluarga, atau faktor lainnya.

Saya rasa les ini bisa memberikan manfaat untuk anak-anak seperti ini, karena setiap anak bisa bertanya dengan leluasa, dan bisa dimotivasi untuk lebih rajin belajar. Kalau di sekolah guru harus menangani banyak murid, di tempat les ini setiap murid bisa mendapatkan perhatian lebih.

Jul 28 14

Lembang di Hari Pertama Lebaran

by chandra

Hari ini kami sekeluarga jalan-jalan ke Lembang. Momen seperti ini jarang, karena toko nyokap buka Senin-Minggu, libur hanya lebaran, tahun baru, dan imlek.

Meskipun umat muslim tengah merayakan lebaran, kami khawatir daerah Lembang tetap dipenuhi wisatawan non-muslim dan dari luar kota. Berjaga-jaga, kami berangkat dari Bandung sekitar jam 8 pagi. Beruntung jalanan masih lancar, sehingga sampai di Lembang jam 9 kurang.

Intinya ke Lembang sih mencari suasana baru, udara dingin pegunungan dan tentunya makanan haha… Tujuan pertama kami Tahu Susu Lembang. Kelebihan lokasi ini tempat parkirnya yang luas, masih di jalur 2-arah (jadi gampang kalau mau pulang ke Bandung lagi), dan harganya relatif bersahabat. read more…

Jul 20 14

Seputar Pilpres 2014

by chandra

Pilpres 2014 ini saya rasa cukup unik. Karena cuma 2 calon, dengan popularitas yang seimbang, masing-masing pendukung kadang jadi fanatik. Selain itu kedua pihak sama-sama optimis, yakin menang padahal hasil resmi belum diumumkan.

Dengan posisi yang sama kuat, besar kemungkinan maing-masing pihak menjadi ngarep. Sebentar lagi pengumuman resmi hasil pilpres, semoga pihak yang belum menang berbesar hati dan mendukung Presiden Indonesia 2014-2019.

Atmosfir persaingan yang masih hangat memunculkan kekhawatiran. Akankah usai pengumuman kondisi keamanan tetap stabil? Muncul isu adanya pendukung calon tertentu yang akan membuat kerusuhan. Semoga saja semua pihak bisa menjaga diri sehingga suasana aman terkendali.

Jul 14 14

Lombok Trip Day 3 : Tanjung Aan, Mataram

by chandra

Inilah hari ke-3, sekaligus hari terakhir perjalanan kami di Lombok. Destinasi wisata pertama adalah pantai Tanjung Aan yang terletak tidak terlalu jauh dari Pantai Kuta Lombok. Mengendarai mobil, pantai ini dapat ditempuh dalam 10-15 menit saja.

Seorang teman yang pernah ke Lombok bilang kalau Tanjung Aan adalah pantai terbaik di Lombok yang dia kunjungi. Setelah melihat langsung, saya hanya bisa setuju. read more…

Jul 7 14

Lombok Trip Day 2 : Gili Sudak, Kedis

by chandra

Usai dari Gili Nanggu, kami ke Gili Sudak untuk bersantap siang. Di Nanggu ada 1 restoran seadanya. Kami memesan ikan bakar, cumi bakar dan cah kangkung. Ikan bakar dan cumi bakar dibandrol 45.000 / porsi.

Penyajian lama, pelayan sedikit, banyak lalat, ada ayam dan kucing berkeliaran, plus pajak 21%. Rasa lumayan, mungkin karena kami sudah kelaparan. Resto ini menurut saya tidak recommended. Alternatifnya membawa bekal dari Lombok, atau makan di Nanggu.

Perut sudah terisi, kami jalan-jalan menyusuri pantai Gili Nanggu. Pantainya sepi dan bersih. read more…

Jul 5 14

Lombok Trip Day 2 : Gili Nanggu

by chandra

Hari ke-2 Lombok Trip, kami ke 3 gili : Gili Nanggu, Gili Sudak, dan Gili Kedis. Kami memilih 3 gili tersebut karena konon lebih sepi dan belum terlalu dikenal. Terbukti teman-teman yang kami tanya belum pernah kesana.

Kami berangkat dari hotel sekitar jam 8.30, sampai di Pelabuhan Tawun jam 10-an. Sebenarnya untuk ke Gili Nanggu bisa lewat Pelabuhan Lembar juga. Tapi menurut driver, kapal lewat Tawun lebih murah dan lebih dekat ke Nanggu. read more…

Jul 3 14

Lombok Trip Day 1

by chandra

Akhirnya momen yang dinanti tiba #halah. Jam 5.40 kami take off dari Halim Perdana Kusuma ke Ngurah Rai menggunakan pesawat Air Asia. Dua hari terakhir fisik sedikit drop, untungnya membaik berkat doping vitamin dan suplemen.

Sesampai Ngurah Rai sekitar jam 7.30 WITA kami dijemput travel yang sudah dipesan sebelumnya. Berhubung perut sudah kelaparan, kami mampir di rumah makan ikan Makbeng yang terletak di dekat pantai Sanur. Rasanya uenak bangett! Cuma dengan 34.000 kita mendapat seporsi nasi dengan ikan goreng dan sop ikan. Kuah sop ikan nya gurih banget. read more…

Jun 26 14

Menjelang Pemilu Presiden Indonesia 2014

by chandra

Tidak terasa, sebentar lagi bangsa Indonesia akan menyelenggarakan perhelatan besar Pemilu Presiden 2014. Kalau saya tidak salah, ini Pemilu Presiden pertama dengan 2 calon saja. Karena cuma 2 calon, perbedaan dukungan menjadi kentara, Prabowo atau Jokowi.

Semakin dekat hari-H, semakin kencang berita-berita dihembuskan. Ada teman yang tadinya mendukung no 1 mulai galau, demikian juga sebaliknya. Setiap calon punya kelebihan dan kekurangan masing-masing.
Sisi bagus yang ditampilkan di berita-berita kita tidak tahu validitasnya. Salah satu yang menjadi patokan saya adalah arah dukungan figur-figur intelektual yang saya respect.

Saya teringat artikel di koran Pikiran Rakyat. Seperti apapun citra yang ditampilkan, kemungkinan besar calon Presiden yang kelak menanggung beban besar 1 negara, punya agenda pribadi. Mendukung salah satu calon sah-sah saja, tapi jangan terlalu berlebihan karena kita tidak tahu motivasi internal calon tersebut.

Siapapun yang menang, semoga bisa membawa bangsa Indonesia lebih maju, lebih berkarakter, lebih bangga.