Skip to content
Jul 22 15

Liburan ke Lembang: Imah Kopi, Ikan Balap, Kolam Kunang-Kunang Ciater

by chandra

Hari Kamis kemarin (7/16) kami sekeluarga mengisi liburan ke Lembang. Kesempatan liburan ini jarang karena toko Ibu buka Senin-Minggu. Kami sengaja memilih hari Kamis, karena biasanya tempat wisata akan sangat padat di tanggal Lebaran dan sesudahnya.

Perkiraan kami benar, kami berangkat pukul 8.00 pagi dari Bandung, pukul 9.00 kurang sudah sampai Tahu Tauhid. Perjalanan lancar dari Bandung sampai Lembang. Awalnya kami berencana sarapan di Tahu Tauhid, eh ternyata area makan tutup, hanya menjual tahu mentah saja. read more…

Jul 9 15

Pengalaman Menggunakan GO-JEK di Jakarta

by chandra

GO-JEK adalah salah satu trending topic belakangan ini. Ada manfaat yang diberikan untuk konsumen dan driver, ada juga kontroversial nya.

Saya sudah dua kali menggunakan GO-JEK di Jakarta. Manfaat yang saya rasakan terutama dari kejelasan tarif, lebih enak daripada harus nego dengan tukang ojek pangkalan. Selain itu, kita dapat memesan dengan mudah menggunakan handphone kita saja. Pengalaman tadi jam 10 malam saya mendapat GO-JEK dalam kurang dari 5 menit. Menurut pengakuan driver, banyak yang beroperasi bahkan sampai jam 12 malam. Dari sisi driver, sejauh ini lebih bersahabat dan lebih tertib dalam berkendara daripada tukang ojek pangkalan. Saya pernah sekali naik ojek pangkalan di dekat Gambir, kapok karena tukang ojek nya ugal-ugalan. read more…

Jul 8 15

Gunung Burangrang Bandung

by chandra

Hari Minggu kemarin saya dan beberapa teman hiking ke Gunung Burangrang. Ternyata gunung ini terletak masih di daerah Bandung, tidak jauh dari Gunung Tangkuban Parahu. Ada beberapa jalur pendakian, kami memilih jalur dari dekat Dusun Bambu.

Kami parkir kendaraan di Dusun Bambu, lalu masuk ke gunung melalui jalan setapak melewati masjid. Tidak jauh dari masjid ada pungutan oleh bapak-bapak dengan alasan bukan jalur umum. Kami memberikan uang 20.000 untuk ber-5.

Berhubung sedang bulan puasa, jalur pendakian sangat sepi. Kami mulai mendaki pukul 8 pagi, sampai di puncak pukul 12 siang. Selama perjalanan ke puncak hanya bertemu 1 pendaki. Trek Gunung Burangrang bisa dibilang cukup berat, lebih menantang daripada Gunung Papandayan. Ada beberapa tanjakan yang cukup curam, selain itu di beberapa titik kita melewati jalan setapak dengan jurang di sebelah kiri dan/atau kanan.

IMG-20150705-WA0011

Pemandangan di Gunung Burangrang sangat indah. Kita bisa melihat lembah penuh pepohonan dan danau. Asyiknya lingkungan Gunung Burangrang bisa dibilang cukup bersih, meskipun kadang ada sampah kecil-kecil terserak. Ayo para pecinta alam kita terus menjaga kebersihan gunung!

Usai bersantai dan bersantap di puncak, sekitar jam 1 siang kami beranjak pulang. Jam 4 sore kami tiba di Dusun Bambu.

Jun 13 15

Workshop Leadership by Betti Alisjahbana

by chandra

Dua hari ini saya berkesempatan mengikuti “Workshop Leadership for New Managers” yang diselenggarakan oleh QB Leadership Center. Workshop ini selama 2 hari difasilitasi oleh Ibu Betti Alisjahbana. Beliau sempat menjadi Country Manager IBM Indonesia, komisaris Garuda Indonesia, dan terkini menjadi pansel Ketua KPK.

Workshop Leadership for New Managers by Betti Alisjahbana Batch 34

Workshop ini menurut saya sangat bagus untuk leader, baik “new managers” maupun leader yang sudah lebih berpengalaman. Pertama, workshop ini memberikan pembekalan praktis untuk leader mengenai tanggung jawab seorang pemimpin dan bagaimana cara memenuhi tanggung jawab tersebut. Kedua, workshop ini difasilitasi praktisi yang berpengalaman dan memiliki track record, sehingga dapat memberikan materi yang mengena dan bukan teori saja. Ketiga, workshop dapat memotivasi leader melalui inspirasi dari fasilitator dan sharing dari sesama peserta yang lain. read more…

May 31 15

Dompet Terjatuh dari Motor

by chandra

Pagi ini saya naik motor terburu-buru karena waktu pas-pasan mau ke gereja. Saku jaket, tempat saya menyimpan dompet, ternyata tidak terkancing dengan benar.

Di belokan Jalan Astana Anyar, dekat Toko Tas Elizabeth, mendadak ada yang berteriak “Aa, aa!” (Aa adalah sapaan untuk pria dalam bahasa Sunda). Saya spontan mengecek handphone dan dompet,  alamak dompet saya sudah tidak ada di saku.

Meskipun jalan searah, karena panik saya putar arah motor ke arah bapak yang memanggil. Benar saja bapak tersebut menemukan dompet saya yang terjatuh. “Gimana sih daritadi dipanggil-panggil”, kata bapak tersebut. Saya meminta maaf dan mengucapkan terima kasih, lalu meneruskan perjalanan ke gereja.

Bersyukur sekali masih ada orang yang jujur seperti bapak penemu dompet tadi. Salut, dan sekali lagi terima kasih Pak! Semoga Bapak mendapat kebaikan yang lebih daripada apa yang Bapak lakukan hari ini.

May 24 15

Powerbank Tercuci

by chandra

Minggu lalu saya mencuci tas ransel, yang kebetulan sudah hampir 1 tahun belum dicuci (yuck!). Sebelum dicuci, tentunya setiap benda di dalam tas dikeluarkan dahulu. Laptop & charger – check, dompet – check, recehan – check, dan seterusnya.

Tas direndam di dalam ember besar selama beberapa menit, lalu diinjak-injak supaya lebih bersih. Tiba-tiba kaki saya menyentuh benda keras di dalam tas. Ternyata, 1 benda ini ketinggalan, powerbank Sony kapasitas 3rb-an.

Mengikuti saran-saran yang ada di ingatan saya untuk menangani barang elektronik yang terkena air, powerbank segera saya jemur di bawah sinar matahari. Besoknya saya rendam di dalam beras. Sebenarnya sudah tidak terlalu berharap powerbank ini bisa diselamatkan.

Pagi tadi saya coba powerbank nya, ternyata masih jalan. Senangnya! Pengalaman lain kali harus lebih berhati-hati kalau mencuci tas.

May 9 15

Kayu dan Meja

by chandra

Setiap kita mempunyai karakter genetik atau bawaan. Mengambil istilah kawan saya, kita dilahirkan sebagai kayu.

Seiring berjalannya waktu, kayu ini bisa tetap sebagai kayu, atau diproses menjadi meja. Kawan saya yang (katanya) dulu pemalu, sekarang tidak terlihat lagi. Kayu sudah diproses menjadi meja.

Proses ini adalah pilihan kita, mau atau tidak. Kalau kita mau, tentu prosesnya tidak mudah.

Meskipun sudah menjadi meja, karakter kayu masih ada di dalam kita. Bagian kita untuk menerima karakter kayu sebagai bagian dari identitas kita, sambil terus berkembang dan tidak menerima begitu saja karakter bawaan kita.

Bagaimana dengan Anda? Sedang menjalani proses transformasi kayu menjadi meja? Silakan dishare di bagian komentar.

Credit to Mas Ade

May 1 15

Pendakian Gunung Gede, Gunung Putri – Cibodas, Hari ke-2

by chandra

Udara semalam di Surya Kencana sangat dingin. Teman mengukur suhu di luar 2°C, di dalam tenda 11°C. Saya tidur dengan 2 lapis jaket, sleeping bag, kupluk, sarung tangan, kaus kaki. Sudah seperti ini pun masih terbangun beberapa kali karena tangan terasa dingin.

Esok paginya kami menuju puncak Gunung Gede sekitar pukul 9 pagi, sampai di puncak pukul 11 siang. Kondisi puncak dipadati pendaki. Sayang pemandangan dari puncak tertutup kabut. read more…

Apr 27 15

Modus Baru Penipuan dari Oknum yang Berbelanja

by chandra

Belakangan ada modus baru penipuan yang dilakukan oknum yang berbelanja ke toko kita. Ibu saya, pemilik toko sepeda, menjadi korban. Hari Minggu kemarin, saya hampir menjadi korban ketika menjaga kasir stand kuliner di FON (Festival of Nations). Ada 2 oknum berbeda mencoba menipu dengan modus yang sama, dalam jangka waktu hanya 5 menit!

Cara kerjanya macam-macam, intinya oknum mencoba membuat kita bingung dengan:

  1. Membeli barang murah
  2. Membayar dengan uang besar
  3. Mengganti-ganti pembayaran / uang kembalian supaya kita bingung

Begitu ada indikasi (1) dan (2), kita harus meningkatkan fokus supaya tidak kecele ketika oknum melakukan poin (3). read more…

Apr 24 15

Pendakian Gunung Gede, Jalur Melalui Gunung Putri – Cibodas

by chandra

Minggu lalu 18-19 April 2015, kami ber-11 (termasuk 2 guide) mencoba menjajal Gunung Gede. Kami berangkat sekitar jam 3 dari Bandung, kumpul di rumah teman di Cianjur, lalu lanjut bareng-bareng naik angkot ke GPO (Gede Pangrango Operation) Gunung Putri.

Ada 3 jalur resmi ke Gunung Gede: Gunung Putri, Cibodas, Salabintana. Kami memilih jalur naik Gunung Putri, turun Cibodas atas saran dari guide kami. Jalur paling sulit lewat Salabintana, katanya jalan tidak terlalu jelas dan banyak pacet. read more…