Skip to content
Oct 20 14

Life of Adventure

by chandra

So… bagaimana hidup Anda? Apakah seru? Apakah exciting?

Jika ya, bagus! Pertanyaan berikutnya, apa yang membuat hidup Anda seru? Apa yang Anda nantikan setiap hari?

Anda bisa menantikan untuk bekerja, menjalankan hobi, bertemu teman, menyelesaikan buku, dan lainnya. Atau mungkin… Dunia Anda hanya berpusat pada seseorang, pada gebetan Anda? That’s sad.

Hidup cuma sekali, have an adventure. Miliki banyak hal yang membuat hidup Anda seru dan bersemangat setiap kali bangun pagi. As for me, yang seru itu pekerjaan, rencana camping di pertengahan November, menyelesaikan buku “Wild at Heart”, joging, kegiatan gereja, dan kongkow-kongkow.

Bagaimana dengan Anda?

Oct 19 14

Alternatif Pinjaman untuk Startup

by chandra

Yay.. akhirnya menulis lagi. Sudah off cukup lama sepertinya. Sore bertemu seorang teman (@haniwww) yang bilang membaca blog saya. Tadinya saya pikir menulis untuk diri sendiri cukup, ternyata kalau ada yang membaca jadi lebih termotivasi.

Ok, singkat cerita, salah satu tantangan yang sedang dihadapi di perusahaan kami adalah dana. Karena satu dan lain hal, kami memerlukan tambahan dana operasional untuk 1-2 bulan ke depan. Nominal tidak besar.

Kami belum pernah berurusan dengan bank sebelumnya. Hasil tanya sana-sini, ada beberapa alternatif yang kami coba: read more…

Oct 8 14

Kasus Kucing

by chandra

Sejak hari Senin, ada suara meongan kucing di eternit kantor. Dari suaranya, sepertinya masih anak kucing. Positive thinking, siapa tahu ada induknya.

Hari Selasa mulai khawatir, memanggil pemborong langganan di rumah untuk mengecek. Hasil observasi, katanya perlu membongkar plastik di atap, tapi tukangnya sedang pada libur. Selasa sore suara meongan semakin melemah.

Hari Rabu, sangat disayangkan mulai tercium bau bangkai. Sepertinya anak kucing ditinggalkan di eternit oleh induknya. “Induk yang tidak bertanggung jawab”, gerutu saya dalam hati. Kami mencoba membongkar eternit, tapi singkat cerita harus menyusuri kayu atap bangunan. Terlalu beresiko.. Kami mencoba mencari tukang lain, kebetulan di sekitar kantor ada beberapa bangunan yang sedang dikerjakan.

Hari Kamis, akhirnya menemukan tukang yang bersedia. Tukang datang ke kantor sekitar jam 4.30 sore. Seharian produktivitas terganggun bau yang semakin menyengat. Atas saran dari tukang, anak kucing dicoba diambil dari atap, membongkar genteng. Ternyata ada 4 anak kucing yang masih sangat kecil, semua sudah tidak bernyawa. Sedih rasanya, sambil kesal juga oleh induk kucing yang berulah.

Oct 6 14

Kecewa dengan Biznet Max3

by chandra

Provider internet rumah saya adalah Max3 dari Biznet. Sejak Jumat, 3 Oktober, koneksi bermasalah sehingga tidak bisa terhubung ke internet. Respon dari Max3 sejauh ini mengecewakan.

1. Call center Max3 tidak bisa dihubungi. Nomor 500933 dari hari Jumat tidak bisa dihubungi.

2. Hari Minggu kami memutuskan untuk mencoba menghubungi call center Biznet di 500988. Kami menelpon 2 kali, dijanjikan dihubungi kembali dalam 30 menit, tapi sampai sekarang (Senin) tidak ada yang menghubungi dan koneksi internet masih bermasalah.

Sebelum pakai Max3 kami pakai Speedy. Kadang-kadang Speedy bermasalah, tapi respon customer care tidak pernah sepayah ini.

update 6 Oktober
Setelah menghubungi sales Max3, respon dari teknisi jauh lebih cepat. Dari siang sampai sore teknisi beberapa kali menghubungi. Sekarang koneksi internet sudah normal kembali.

Sep 30 14

Buy 1 Get 1

by chandra

Salah satu promo kartu kredit yang menarik menurut saya buy 1 get 1. Seperti promo sidecard BCA waktu membeli tiket di beberapa bioskop XXI di Kota Bandung.

Kalau diperhatikan baik-baik, makna buy 1 get 1 sebenarnya agak rancu. Diterjemahkan ke bahasa Indonesia menjadi beli 1 dapat 1. Ya iya lah… Beli 1 ga dapat apa-apa bisa marah.

Memperhatikan ambiguitas itu, saya perhatikan beberapa perusahaanmencoba mencari alternatif penyebutan: buy 1 get 1 free, pay 1 for 2, dll. Saya rasa pay 1 for 2 paling singkat dan tidak rancu.

Sep 28 14

UU Pilkada

by chandra

Salah satu topik politik yang sedang hangat dibahas adalah UU Pilkada. Beberapa komentar dari teman-teman terkait UU ini:

1. Koalisi Merah Putih kelihatan banget niat busuknya

2. SBY pencitraan banget seolah-olah menolak UU Pilkada

3. Pemerintahan Jokowi bisa dikacaukan dari kepala daerah, kepala daerah bisa-bisa melawan kebijakan Jokowi, kinerja Jokowi yang jadi kelihatan jelek

4. Bisa-bisa nanti presiden ditunjuk juga

Apakah pemilihan kepala daerah oleh DPRD provinsi berakibat buruk untuk Indonesia? Mungkin… Yang penting kita masyarakat tidak lupa asal-usul UU Pilkada. Partai apa saja yang mendukung UU Pilkada. Kalau memang UU Pilkada berakibat buruk, Pemilu tahun depan jangan pilih partai itu lagi.

Apakah kita akan ingat peristiwa UU Pilkada sampai 5 tahun lagi? Semoga.. Harus!

Sep 7 14

Season of Life

by chandra

Tidak sengaja, kemarin ini menonton episode menjelang akhir serial “How I Met Your Mother”. Mengharukan. Spoiler alert! read more…

Aug 18 14

Berlari dengan (lebih) Benar

by chandra

Lari, atau joging, adalah hobi yang saya mulai sejak SMA. Ada dua alasan utama: menjaga berat badan dan lari olahraga yang super simpel. SD dan SMP saya gendut, hasil dari makan kalap. Jaman itu paling parah kalau makan nasi campur, bokap biasa memindahkan 1/3 isi piringnya ke piring saya. Dipikir-pikir keterlaluan juga, masa anak makan lebih banyak dari bapaknya. Saya mulai berlari karena itu olahraga paling simpel, tanpa teman pun bisa jalan. Main badminton minimal 5 orang, apalagi main futsal minimal 12 orang.

Beberapa waktu terakhir pergelangan kaki saya sering terasa sakit, padahal baru berlari sekitar 10 menit. Penasaran, saya coba search di youtube video cara berlari. Dari video di bawah ini, saya baru disadarkan ternyata praktek lari saya selama 10 tahun ini kurang tepat.

http://youtu.be/wRkeBVMQSgg

Mengikuti saran di video tersebut, pergelangan kaki saya sudah tidak sakit lagi ketika berlari. Kecepatan lari meningkat. Otot yang terlatih selama berlari juga rasanya lebih tepat.

Sudah mencoba, bagaimana hasilnya?

Aug 16 14

Our God the Provider

by chandra

Minggu kemarin seorang mentor berbagi pengalaman beliau tentang Tuhan yang adalah penyedia, memberikan apa yang kita butuhkan tepat pada waktunya. Kisahnya cukup ekstrim, salah satunya ketika kondisi keuangan sedang sulit dan orang tuanya membutuhkan dana, lebih dari saldo yang ada di tabungan beliau. Mentor saya ketika itu mengambil keputusan untuk meng-iya-kan dulu, dengan iman Tuhan ingin dia membantu orang tua, dan Tuhan yang akan memberikan jalan.

Dana dibutuhkan untuk besoknya. Singkat cerita 1 hari berlalu, 2 hari berlalu. Orang tua terus menelpon. Tiba-tiba pada hari ke-3 ada yang membayar hutang tanpa ditagih, lebih daripada kebutuhan orang tuanya.Apakah kita harus selalu memberikan kepada orang yang meminta? Tentunya tidak. Pesan moralnya untuk senantiasa berharap kepada Tuhan, baik hal-hal besar maupun hal-hal kecil, hal finansial dan hal-hal lainnya.Hari ini saya mengalami kejadian yang cukup menyenangkan. Seorang teman resepsi, bukan teman yang dekat. Dari siang saya mencari teman yang bisa diajak menemani ke resepsi. Malam ini sepertinya semua orang sibuk, setiap orang sudah punya jadwal masing-masing. Saya memutuskan untuk tetap datang, untungnya di depan pintu masuk bertemu teman lain jadi tidak terlalu awkward di resepsi ini haha… Hal yang sederhana, tapi melegakan.

Aug 9 14

Pendidikan Anak Kampung di Kota

by chandra

Mengambil istilah dari seorang teman yang bergerak di bidang sosial: “Kampung di Kota”. Fenomena ini adalah adanya daerah di tengah kota, termasuk Kota Bandung, dimana secara fisik dan mindset masih seperti di (maaf) kampung. Pendidikan masih belum jadi prioritas, anak maksimal lulusan SMP, lalu yang perempuan menikah, yang laki-laki mencari kerja.

Cukup banyak yayasan / organisasi / komunitas yang peduli terhadap “Kampung di Kota” ini. Salah satunya komunitas yang memberikan les gratis untuk anak-anak di daerah bandara Husein Sastranegara Bandung. Les dibagi menjadi kelas kecil (TK) dan besar (SD – SMP). Karena mindset pendidikan yang belum menjadi prioritas, sekalipun gratis seringkali anak-anak dan orang tuanya susah diajak mengikuti les ini.

Siang tadi saya diajak teman melihat suasana les. Saya sempat membantu mengajar seorang anak kelas 5 SD, dan cukup miris melihat kemampuan matematika anak tersebut. Perkalian masih belum lancar, pembagian masih bingung. Mungkin faktor kualitas sekolah, mungkin faktor keluarga, atau faktor lainnya.

Saya rasa les ini bisa memberikan manfaat untuk anak-anak seperti ini, karena setiap anak bisa bertanya dengan leluasa, dan bisa dimotivasi untuk lebih rajin belajar. Kalau di sekolah guru harus menangani banyak murid, di tempat les ini setiap murid bisa mendapatkan perhatian lebih.