Inside Out

We can do the same thing with different heart’s content. Apakah hati kita (inside) ketika melakukan sesuatu (out) itu penting? Ya! Bahkan hati lebih penting daripada tindakan kita.

Beberapa waktu lalu saya merasa miserable, tanpa alasan yang jelas. Saya mencari-cari cara dari luar (out) untuk mengurangi rasa miserable saya (inside). Saya bertemu dengan teman-teman, saya melakukan hobi saya dari main game, baca novel, bersepeda, joging. And guess what? I still feel miserable.

Saya mencoba untuk melihat ke dalam hati saya (inside). Setiap orang tentunya punya metode masing-masing dari berdoa, meditasi, dan lain-lain. Dari dalam hati saya, barulah saya menemukan rasa damai, penghiburan, kepuasan

Ketika hati saya sudah ‘baik’, saya melakukan tindakan dengan motivasi dan perasaan yang berbeda. Awalnya saya bertemu teman untuk mengambil penghiburan (outside -> inside). Sekarang saya sudah merasa terhibur, lalu bertemu teman untuk enjoy time, bahkan siapa tahu bisa memberikan penghiburan untuk teman yang sedang miserable (inside -> outside).

Pada kasus yang lain, bisa saja kita merasa miserable karena tindakan kita salah, misalnya hidup kita tidak seimbang, kita bekerja terlalu keras, kurang istirahat, kurang refreshing, atau penyebab lainnya. Jika kejadiannya seperti ini, tentu kita harus memperbaiki gaya hidup kita.

Masa-masa miserable memiliki arti untuk hidup kita. Ketika kita merasakan miserable, kita akan lebih bersyukur ketika kita merasakan damai. Jika kita orang yang percaya Tuhan, kita akan lebih bersyukur kepada Tuhan yang memberikan damai.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *